Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Tingginya Harga Tiket Berdampak Signifikan Bagi UMKM Lombok

Jumat 01 Mar 2019 15:38 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Esthi Maharani

Dampak Tiket Pesawat Mahal: Pesawat berada di apron Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (22/2/2019).

Dampak Tiket Pesawat Mahal: Pesawat berada di apron Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (22/2/2019).

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
penurunan tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok juga berdampak besar bagi sektor UMKM

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Anggota DPD RI dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Diyah Ratu Ganefi mengatakan, kenaikan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar saat low season berdampak signifikan bagi penurunan tingkat kunjungan wisatawan ke NTB, terutama Lombok. Diyah menilai, penurunan tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok juga berdampak besar bagi sektor UMKM dan kuliner.

"Kenaikan tiket ini sangat berdampak sekali dari sisi UMKM, transportasi, sampai kuliner. Dampaknya pariwisata sepi sekali," ujar Diyah di Mataram, NTB, Jumat (1/3).

Diyah menilai, mahalnya harga tiket pesawat ke Lombok membuat para wisatawan berpikir berulangkali saat hendak berlibur ke Lombok. Diyah tidak ingin mahalnya harga tiket pesawat ke Lombok membuat wisatawan justru memilih berlibur ke luar negeri.

"Wisatawan mungkin berpikir lebih baik keluar negeri yang tiketnya lebih murah. Kalau harga harga tiket mahal, mereka lebih banyak keluar negeri," kata Diyah.

Diyah menambahkan, penerapan bagasi berbayar yang dilakukan manajemen Lion Air Group juga berimbas pada penurunan tingkat penjualan oleh-oleh khas Lombok.

"Wisatawan tentu tidak akan membeli oleh-oleh karena akan kena biaya bagasi berbayar," lanjut Diyah.

Diyah mengaku sudah berkali-kali menyampaikan keluhan ini kepada kementerian terkait. Diyah berharap pemerintah pusat mampu mencari jalan keluar agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

"Semoga persoalan ini segera dapat ditemukan jalan keluar agar sektor UMKM di Lombok dapat kembali normal," kata Diyah menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA