Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Pemprov Jateng Gratiskan UKM Jualan di Bandara Ahmad Yani

Selasa 05 Mar 2019 18:31 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Christiyaningsih

Sejumlah penumpang berjalan di area parkir pesawat saat tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/6).

Sejumlah penumpang berjalan di area parkir pesawat saat tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/6).

Foto: Antara/Aji Styawan
Pemprov Jateng fasilitasi 72 UKM berjualan gratis di bandara

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memberi fasilitas cuma- cuma kepada para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk menjual produknya di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Sedikitnya 72 UKM dengan 768 jenis produk dan 8.000 buah produk mendapatkan kemudahan dari fasilitas ini.

Adapun jenis produk UKM tersebut mulai dari fesyen, aneka kain, kerajinan tangan, jajanan, hingga mainan tradisional anak. “Sebagai kontribusi kepada usaha kecil dan mikro, Pemprov Jawa Tengah memberikan ruang agar UKM bisa berjualan secara gratis di bandara,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada peresmian Galeri UKM Jawa Tengah di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Selasa (5/3).

Dengan adanya fasilitas cuma- cuma ini, Gubernur juga berharap produk UKM Jawa tengah laku terjual. Sebaliknya, harga pun agar tidak dibanderol terlalu mahal dan disesuaikan dengan ketetapan harga.

Menurut Ganjar kemudahan ini menjadi terobosan Pemprov Jawa tengah dalam mendukung kemajuan UKM yang ada di daerahnya. Sebab, setiap bertemu teman apalagi yang lama tidak berkunjung ke Semarang sudah terbentuk kesan bandara di Semarang sudah bagus. “Ini tentu akan memacu kita untuk makin maju. Semarang maju, Jawa Tengah harus lebih maju bersama UKM nya,” tegas Gubernur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menjelaskan pembangunan galeri UKM tersebut didukung penuh APBD Provinsi Jawa Tengah. Ia juga menyatakan mitra UKM yang mendapatkan fasilitas di galeri ini tidak dibebani biaya sewa sepeser pun. Kendati begitu, produk UKM yang dipajang dan dijual di galeri ini tetap berkualitas.

“Saya sudah mewanti- wanti kepada Bu Ema (Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah-red) arahan Gubernur dan Wakil Gubernur ini bukan mindah gudang. Tapi yang ditampilkan di sini betul- betul terkualifikasi," katanya.

Sri Puryono membeberkan Galeri UKM Jawa Tengah dibagi menjadi lima zona. Kelima zona tersebut yaitu zona fashion, zona accesories/handycraft, zona packaging food, zona food and beverage, dan zona activity.

Tak hanya menyuguhkan aneka produk unggulan, photobooth mock up gubernur dan wakil gubernur di depan galeri UKM juga hadir memanjakan penumpang maupun pengunjung bandara yang ingin berswafoto. “Di depan galeri dilengkapi photobooth mock up Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yang secara periodik akan berganti tema. Antara lain barista, sate blora, vlogger, dan sugeng rawuh,” jelasnya.

Di sela-sela peninjauan galeri UKM, Sri Puryono pun menyempatkan diri berswafoto di area photobooth berlatar belakang Warung Kopi Gayeng. Usai menjajal photobooth, Sri Puryono membagikan roti bekatul kepada pengunjung. Roti bekatul termasuk salah satu produk lokal unggulan yang dijajakan di area Galeri UKM Jawa Tengah ini. “Ini cemilan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) yang dijual di galeri ini. Dijamin sehat dan enak. Saya pun sudah habis dua,” katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA