Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Geopark dan Jembatan Gantung Sukabumi Jadi Magnet Wisatawan

Ahad 10 Mar 2019 16:31 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Endro Yuwanto

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan jembatan gantung terpanjang se Asia Tenggara di Sitigunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi Sabtu (9/3).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan jembatan gantung terpanjang se Asia Tenggara di Sitigunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi Sabtu (9/3).

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Akan ada kolaborasi antara Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Keberadaan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dan Jembatan Gantung Situgunung di Kabupaten Sukabumi dinilai mampu menyedot perhatian wisatawan. Kedua destinasi wisata ini selalu menarik perhatian pengunjung untuk datang berlibur.

"Wisata di Sukabumi makin berkembang dengan hadirnya geopark dan jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara," ujar Bupati Sukabumi Marwan Hamami kepada wartawan Ahad (10/3).

Marwan mengatakan, keberadaan kedua destinasi wisata ini cukup menarik minat wisatawan baik domestik maupun luar negeri. Contohnya Jembatan Gantung Situgunung yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Sarana tersebut baru saja diresmikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pada Sabtu (9/3).

Menurut Marwan, kehadiran jembatan gantung ini menjadi daya tarik bagi wisatawan. Lokasi wisata yang terdapat di utara Sukabumi ini setiap pekannya dipadati pengunjung baik lokal maupun dari daerah lain.

Di sisi lain, di wilayah selatan Sukabumi terdapat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Obyek wisata ini sudah ditetapkan sebagai bagian United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) Global Geoparks (UGG). "Pemerintah tengah mendorong fasilitas penunjang lanjutan yang akan jadi perhatian di geopark," cetus Marwan.

Salah satunya dengan mengembangkan ide baru sehingga orang datang tidak hanya melihat bebatuan saja karena dinilai membosankan. Marwan menambahkan, pengembangan geopark juga dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. Sehingga warga di sekitar lokasi geopark dapat merasakan dampak positif dari kehadiran geopark.

Pengembangan wisata alam ini akan dibarengi dengan penyediaan kawasan kuliner dan hotel. "Oleh karena itu kami menggandeng Kota Sukabumi yang menyediakan kawasan kuliner dan perhotelan," ujar Marwan.

Selama ini, lokasi sentra kuliner dan hotel di Sukabumi terpusat di perkotaan. Sehingga, kata Marwan, ada kolaborasi antara Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi. Di mana Kabupaten Sukabumi menyediakan potensi wisata alam dan Kota Sukabumi menyediakan sarana hotel serta sentra kulinernya.

photo

Pengunjung melintasi jembatan gantung panjang di kawasan Taman Nasional Gunung Gede dan Pangrango, di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (18/6).


Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah pusat mendorong potensi wisata yang ada di Sukabumi. Salah satunya dengan membangun sarana infrastruktur yang memadai ke Sukabumi, misalnya pembangunan jalan tol dan lapangan terbang.

Menurut Luhut, sektor wisata akan menjadi industri yang sangat diperlukan Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah menyambut positif adanya jembatan gantung dan akan memfasilitasi pembangunan sarana penunjang seperti BTS (base transceiver station).

Namun pengembangannya juga dengan tetap memperhatikan lingkungan terutama dengan tidak menebang pohon di kawasan yang dilindungi. Selain itu, pengunjung dan masyarakat juga harus memperhatikan masalah sampah. Dari pantauan Luhut, kawasan di sekitar jembatan gantung sangat terpelihara kebersihannya, termasuk cukup baik dalam mengelola sampah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA