Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

3 Prioritas Pembangunan di Kota Bandung

Kamis 14 Mar 2019 18:18 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah petugas gabungan menutup jalan saat geladi bersih peresmian jembatan layang Antapani, Kota Bandung, Senin (23/1). Geladi bersih dilakukan sebagai persiapan peresmian Flyover Antapani oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Selasa (24/1).

Sejumlah petugas gabungan menutup jalan saat geladi bersih peresmian jembatan layang Antapani, Kota Bandung, Senin (23/1). Geladi bersih dilakukan sebagai persiapan peresmian Flyover Antapani oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Selasa (24/1).

Foto: Mahmud Muhyidin
Sejumlah jalan layang menjadi prioritas kota Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung menbahas rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2020 dalam Musrenbang. Ada tiga hal yang menjadi prioritas pembangunan Kota Bandung pada tahun mendatang.

Baca Juga

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan sesuai dengan  tema pada pembahasan Musrenbang RKPD 2020 ada tiga hal yang menjadi prioritas utama. Yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

"Yang namanya pendidikan, kesehatan, infrastruktur tetap menjadi bagian prioritas yang kita utamakan," kata Ema di Hotel Horison, Kamis (14/3).

Menurut Ema tiga hal tersebut merupakan bagian penting dalam pembangunan sebuah daerah. Sehingga menjadi sebuah kewajiban untuk diutamakan.

Ia menyebutkan di bidang infrastruktur pembangunan sejumlah jalan layang menjadi bagian proyek prioritas. Hal ini untuk mendukung program pengentasan kemacetan di Kota Bandung. Ada bantuan pembangunan jalan layang di beberapa titik dari pemerintah provinsi maupun pusat.

"Jalan bantuan provinsi ada flyover di Jalan Jakarta ke supratman itu insya Allah 2019. Tahun berikutnya nanti akan diawali oleh flyover Kopo-Leuwipanjang," katanya.

Selaim infrastruktur jalan, kata dia, ada pula infrastruktur untuk bidang pendidikan dan kesehatan. Contohnya, membangun rumah sakit daerah sebagai bentuk optimalisasi pelayanan wajib bagi masyarakat.

Menurutnya, Kota Bandung juga berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan peningkatan derajat kesehatan. Sedangkan penanggulangan kemiskinan dan PMKS, pengelolaan lingkungan hidup dan persampahan juga merupakan skala proritas pembangunan.

Ia menyebutkan dalam RKPD ini ada 2.133 usulan dengan total nilai usulan mencapai Rp 2,4 triliun. Sementara proyeksi atau estimasi anggaran sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2008, bahwa usulam Musrenbang dan reses diakomodir sebesar 30 persen.

"Usulan musrenbang dan reses diakomodasi sebesar 30 persen dari belanja langsung tahun 2020 sesuai proyeksi sebesar Rp 1,1 triliun," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA