Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

PMI Cilegon Ajak Korban Tsunami Tanam Tanaman Hortikultura

Kamis 14 Mar 2019 22:42 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Warga berjalan di sisa-sisa bangunan yang rusak diterjang tsunami Selat Sunda di Sumur, Pandeglang, Banten, Kamis (3/1/2019).

Warga berjalan di sisa-sisa bangunan yang rusak diterjang tsunami Selat Sunda di Sumur, Pandeglang, Banten, Kamis (3/1/2019).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Tsunami menerjang pesisir Selat Sunda pada Sabtu (22/12).

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon melakukan penanaman tanaman holtikultura di lokasi bencana tsunami Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandegelang, Banten. Pohon cabai, tomat, bawang dan sayuran lainnya ditanam melibatkan warga setempat.

Baca Juga

"Penanaman ini juga melibatkan warga, khususnya korban bencana tsunami, di Kecamatan Sumur agar lahan kosong bekas terdampak bencana itu bisa dimanfaatkan untuk menanam holtikultura," kata Kepala Markas PMI Kota Cilegon Nuwarta Wiguna melalui sambungan telepon, Kamis.

Menurut Nuwarta, lahan yang digunakan pun di sekitar hunian sementara (huntara) korban tsunami. Jika perkebunan ini berhasil maka hasilnya akan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Untuk sementara, hasil dari bercocok tanam tersebut ditargetkan setidaknya bisa digunakan korban bencana untuk kebutuhan sehari-hari.

PMI bekerja sama dengan PT Chandra Asri Petrochemical menyediakan benih, pupuk dan plastik polybag untuk kegiatan penanaman tanaman hortikultura. Masyarakat yang ingin ikut menanam bisa mendapatkannya ke PMI.

"Kami sudah menyiapkan media tanam yang nantinya didistribusikan ke tiga huntara di Kecamatan Sumur," jelasnya..

Nuwarta mengatakan gerakan tanam holtikultura yang dilakukan PMI Kota Cilegon merupakan respons masa pemulihan tsunami Selat Sunda. Selain itu, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi warga pascabencana pihaknya mempunyai berbagai program, salah satunya pelatihan pemanfaatkan barang bekas atau tidak terpakai menjadi barang mempunyai nilai jual. Masyarakat, contohnya, diajak membuat keset dari pakaian tidak layak pakai.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA