Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Stok Berlimpah, Harga Tanaman Hortikultura Anjlok

Jumat 15 Mar 2019 15:17 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Reiny Dwinanda

Produksi cabai melimpah setelah panen di sejumlah sentra cabai.

Produksi cabai melimpah setelah panen di sejumlah sentra cabai.

Harga sejumlah komoditas tanaman hortikultura anjlok di Kab Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung mengungkapkan harga sejumlah komoditas tanaman hortikultura seperti kentang, cabai dan tomat mengalami penurunan atau anjlok. Hal itu disebabkan stok tanaman tersebut yang melimpah karena jadwal tanam yang terjadi serentak.

Baca Juga

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengungkapkan harga sejumlah tanaman hortikultura mengalami penurunan di tingkat petani. Sementara itu, suplai dan permintaan tanaman lebih banyak didominasi oleh suplai.

"Harga di petani jatuh, secara umum ada penurunan," ujarnya kepada wartawan di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/3). Ia mengatakan, saat ini harga kentang Rp 4.000 perkilogram. Sementara harga standar Rp 12 ribu.

Selain itu, harga cabai di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 7,000. Padahal, standarnya Rp 15 ribu. Menurutnya, kondisi tersebut membuat harga tanaman hortikultura murah dan membuat konsumen senang. Namun, tidak demikian dengan petani.

Tisna mengatakan, jadwal tanam yang dilakukan serentak dan komoditas yang ditanam petani hanya itu-itu saja membuat panen melimpah. "Kondisinya sekarang antara suplai dengan demand tidak sebanding, lebih banyak suplai," ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya berharap agar petani melakukan perubahan cara pandang saat menanam tanaman hortikultura. Ia menyarankan petani tidak hanya menanam dan menjualnya, namun juga mengolah komoditas menjadi produk lainnya.

"Ini momentum bagi kita untuk berubah jadi di pemasarannya tidak dalam bentuk segar, misalnya, cabai dijadikan sambal," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA