Wednesday, 13 Rajab 1440 / 20 March 2019

Wednesday, 13 Rajab 1440 / 20 March 2019

Pengemudi Gojek Protes Carpooling di Kota Bandung

Sabtu 16 Mar 2019 00:37 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani

Program Carpooling ASN di Kota Bandung Mulai Diuji Coba

Program Carpooling ASN di Kota Bandung Mulai Diuji Coba

Foto: Dok Dishub
Aksi demo ini memprotes penerapan ujicoba transportasi bersama atau carpooling

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Puluhan pengendara transportasi online baik mobil dan ojek yang tergabung dalam Gojek, menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung, Jumat (15/3). Aksi demo ini memprotes penerapan ujicoba transportasi bersama atau carpooling oleh Pemkot Bandung.

Koordinator Aksi Ardiansyah mengatakan mereka memprotes carpooling karena hanya bekerja sama dengan perusahaan transportasi online Grab saja. Mereka merasa kebijakam ini tidak adil bagi penyedia jasa tramsportasi lainnya.

"Ini adalah sebagai bentuk ketidakadilan yang terjadi dan dilakukan oleh Pemkot Bandung. Kebijakan ini terkesan terburu-buru," kata Ardiansyah.

Ia menyesalkan Pemkot Bandung hanya memberikan kesempatan pada perusahaan Grab semata. Padahal ada banyam penyedia jasa transportasi lainnya yang ada di Kota Bandung.

Menurutnya, dengan memberlakukan kebijakan ini oleh karenanya Pemkot memutus pendapatan yang biasanya sopir Gojek. Seba kerjasama dengan Grab dianggap sebagai perlakuan special dengan berjalannya kebijakan itu.

Para pengemudi Gojek kesal karena Pemkot Bandung telah berdalih menyelesaikan kemacetan kota, padahal kerja sama tersebut justru hanya untuk menarik keuntungan. Apalagi jika nantinya diberlalukam secara massal pada seluruh ASN.

"Apalagi Wali Kota Bandung Oded M. Daniel berencana akan memberlakukan kebijakan ini bagi seluruh pegawai Pemkot Bandung," ujarnya.

Lewat aksi unjuk rasa ini, kata dia, pihaknya menyampaikan tuntutan kepada Pemkot Bandung. Pihaknya meminta Pemkot Bandung meninjau ulang pemberlakukan kebijakan tersebut karena dianggap tidak adil.

"Kami menuntut untuk mencabut kebijakan tersebut dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Kemudian mengikutsertakan semua elemen apabila dilakukan pembahasan kebijakan yang serupa. Serta berlaku adil pada semua pihak transportasi, apabila dikeluarkan kebijakan pengunaan alat transportasi bagi ASN di Kota Bandung," tuntutnya.

Ia pun mengajak Pemkot Bandung untuk duduk bersama membahas permasalahan ini. Jika tidak ada komunikasi yang baik dari Pemkot Bandung, maka pihaknya bersiap melakukan aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak.

"Kita akan bawa pengemudi Gojek lebih banyak lagi nanti," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA