Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Tim Kampanye Daerah Jokowi-Maruf Akui Sumbar 'Zona Merah'

Kamis 21 Mar 2019 17:10 WIB

Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo berjalan memasuki mobil usai memberikan sambutan dalam acara puncak peringatan hari pers nasional 2018 di Danau Cimpago, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, Jumat, (9/2).

[ilustrasi] Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo berjalan memasuki mobil usai memberikan sambutan dalam acara puncak peringatan hari pers nasional 2018 di Danau Cimpago, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, Jumat, (9/2).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Elektabilitas Jokowi di Sumatra Barat saat ini di angka 27,7 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin Hendra Irwan Rahim mengakui Sumatra Barat (Sumbar) merupakan 'zona merah'bagi calon presiden petahana tersebut. Sehingga, pihaknya perlu bekerja keras memaksimalkan waktu yang tersisa hingga pemilu 17 April 2019.

"Kita ada waktu kurang dari satu bulan lagi dan ini akan betul-betul kita maksimalkan untuk menaikkan elektabilitas Jokowi-Maruf Amin di daerah ini," katanya di Padang, Kamis (21/3).

Baca Juga

Menurut dia, pada Pemilu 2014 lalu suara Jokowi sekitar 23 persen, dan saat ini elektabilitasnya menurut survei di angka 27,7 persen. Ia mengatakan, di sisa waktu yang ada, pihaknya akan betul-betul dimanfaatkan tim kampanye dan relawan untuk bergerak dan meyakinkan masyarakat di seluruh daerah untuk memilihnya dalam pemilu nanti.

Ia meyakini kenaikan suara Jokowi-Maruf Amin di Sumatra Barat dapat direalisasikan karena masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan hoaks yang dilekatkan dengan Jokowi. Hoaks itu, mulai dari isu anti-Islam, isu PKI, isu komunis dan lainnya sehingga membuat elektabilitasnya merosot tajam di Sumbar.

"Kita ditarget pusat sendiri minimal 50 persen lebih, lebih satu pemilih juga tidak masalah yang penting menang tipis," ucapnya.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA