Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Posko Siluman Banjir Bandang Sentani Ditemukan

Jumat 22 Mar 2019 13:14 WIB

Red: Indira Rezkisari

Jalan Raya Kemiri-Sentani, di Jayapura, Papua, belum pulih pasca-peristiwa banjir bandang pada Sabtu (16/3) lalu. Sebagian ruas jalan tersebut masih tergenang air dan pasir. Warga dan aparat setempat masih berusaha membersihkan area jalan. Sejumlah alat berat diturunkan untuk memudahkan proses pembersihan.

Jalan Raya Kemiri-Sentani, di Jayapura, Papua, belum pulih pasca-peristiwa banjir bandang pada Sabtu (16/3) lalu. Sebagian ruas jalan tersebut masih tergenang air dan pasir. Warga dan aparat setempat masih berusaha membersihkan area jalan. Sejumlah alat berat diturunkan untuk memudahkan proses pembersihan.

Foto: Republika/Umar Mukhtar
Masyarakat diimbau menyalurkan bantuan ke posko resmi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- - Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin meminta agar warga yang hendak memberikan bantuan agar menyalurkannya ke posko resmi. Posko sudah dibuka sejak bencana banjir bandang melanda wilayah di Kabupaten Jayapura.

Baca Juga

Saat ini dilaporkan ada posko penerima bantuan dan pengungsi siluman yang menerima bantuan. Tapi posko itu tidak menyerahkannya ke korban yang benar-benar tertimpa musibah, katanya.

“Sudah ada laporan tentang berdirinya posko siluman termasuk pengungsi yang sebetulnya tidak terdampak,” kata Irjen Pol Sormin seusai memimpin apel pasukan dalam rangka operasi mantap brata di Jayapura, Jumat (22/3).

Mantan Kadiv Propam Mabes Polri mengatakan, dengan adanya laporan posko siluman serta pengungsi siluman diharapkan instansi atau masyarakat yang hendak memberikan bantuan berhati-hati. Masyarakat diimbau menyalurkannya ke posko-posko yang sudah ada seperti di gunung merah dan beberapa posko lainnya.

Saat ini tercatat sekitar delapan posko yang ada dan siap menangani bantuan untuk menyalurkannya ke korban banjir bandang penyaluran bantuan untuk korban banjir bandang.

Banjir bandang melanda Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/3) menyebabkan 104 orang meninggal, 93 orang dilaporkan hilang. Sekitar 11 ribuan warga dilaporkan mengungsi ke berbagai wilayah di sekitar Sentani yang dianggap aman.

Banjir bandang juga menyebabkan 25 kampung di sekitar danau Sentani terendam air akibat air danau meluap.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA