Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Kotabaru Bagikan 200 Tas Purun Pengganti Plastik

Rabu 27 Mar 2019 02:58 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Hustaniah (kanan) sedang menyelesaikan anyaman tas purun

Hustaniah (kanan) sedang menyelesaikan anyaman tas purun

Foto: Priyantono Oemar/ Republika
Tas purun dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan sebagai pengganti plastik.

REPUBLIKA.CO.ID, KOTABARU -- Pengurus PKK Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan membagikan 200 buah tas purun kepada pengunjung mini market di Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, sebagai pengganti plastik. Pembagian tas purun itu merupakan bentuk dukungan terhadap program pengurangan sampah plastik yang sedang digalakkan pemerintah daerah.

"Kami ikut membantu program pemerintah daerah dalam rangka pengurangan sampah plastik sehingga hari ini kami membagikan 200 buah bakul purun supaya masyarakat berbelanja tidak lagi menggunakan kantong plastik," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kotabaru Hj Fatma Idiana Sayed Jafar, di Kotabaru, Selasa.

Bakul yang dibagikan berasal dari progam CSR PT PLN (persero) dengan memberdayakan perajin yang ada di Kecamatan Sampanahan. Secara tidak langsung, larangan penggunaan kantong belanja sekali pakai yang mulai diberlakukan Pemerintah Kabupaten Kotabaru awal tahun di seluruh minimarket membawa berkah bagi perajin bakul purun.

"Jadi bakul ini merupakan hasil dari kerajinan masyarakat yang ada di Kecamatan Sampanahan," ungkap Fatma.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Kotabaru Arif Fadillah mengatakan pembatasan penggunaan kantong belanja sekali pakai dalam rangka mengurangi sampah plastik sudah lama diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Sejak Januari 2019 kebijakan itu mulai diberlakukan di Kabupaten Kotabaru secara bertahap diawali pada ritel dan toko modern di wilayah Kecamatan Pulau Laut Utara.

"Persyaratan untuk memperoleh Adipura sekarang mulai rumit, daerah harus membuat kebijakan strategis tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga. Nah ini salah satu syarat administrasi untuk bisa dinilai," terangnya.

Di sisi lain, kebijakan pengurangan sampah plastik ternyata juga menguntungkan pihak ritel. Rahmadi, manajer salah satu minimarket, mengaku ada penghematan jutaan rupiah setiap bulannya sejak tidak lagi menyediakan kantong plastik untuk konsumen.

"Ya ada untungnya juga sih. Biasanya, setiap bulan kami menyediakan 10 karung plastik, kalau diuangkan sekitar Rp 10 jutaanlah, otomatis bisa sedikit menghemat," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA