Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

HT Dengarkan Keluhan Nelayan Kluwut

Kamis 28 Mar 2019 23:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mendengarkan harapan kelompok-kelompok nelayan di Tempat Pelelangan Ikan Kluwut, Brebes, Jawa Tengah.

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mendengarkan harapan kelompok-kelompok nelayan di Tempat Pelelangan Ikan Kluwut, Brebes, Jawa Tengah.

Foto: Istimewa
Persoalan yang dikeluhkan nelayan Kluwut adalah terlalu dangkalnya sungai,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mendengarkan harapan kelompok-kelompok nelayan di Tempat Pelelangan Ikan Kluwut, Brebes, Jawa Tengah. Salah satu persoalan yang dikeluhkan nelayan Kluwut adalah terlalu dangkalnya sungai yang menjorok ke laut, sehingga menyulitkan perahu-perahu mereka untuk melaut.

"Kita berjuang meningkatkan kesejahteraan nelayan, melalui kebijakan yang tepat sasaran. Penghasilan mereka harus terus naik, tidak boleh turun atau sama, sementara biaya hidup makin naik," jelas Hary, Selasa (26/3/2019).

Selain itu, tentang sedikitnya hasil tangkapan akibat minimnya peralatan yang mereka miliki. Saat ini, nelayan Kluwut masih tradisional, yaitu dengan menggunakan alat seadanya untuk melaut.

“Tadi saya tanya permasalahannya apa, misalnya, sungainya dangkal, itu harus dibantu dikeruk. Terus masalah perizinan, perlengkapan, peralatannya,” tuturnya.

Bagi pria asal Surabaya itu, para nelayan tak boleh dibiarkan berjuang sendiri. Dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki, mereka akan sulit maju bila tidak dibantu.

Menurutnya, dibutuhkan kebijakan dengan perlakuan khusus, sehingga mereka punya kesempatan untuk maju, antara lain kemudahan akses dana murah, pelatihan dan proteksi.

Nelayan, lanjut Hary, harus bisa menciptakan nilai tambah dari hasil tangkapannya. Jika selama ini dijual mentah, ke depan harus diolah menjadi produk yang harganya lebih tinggi.

Misalnya, ikan dijadikan kerupuk, ikan kalengan dan pempek. Atau udang yang bisa diolah menjadi terasi, juga kerupuk. “Kita ciptakan kegiatan yang menciptakan nilai tambah. Jadi, menambah lapangan pekerjaan, nilai jual lebih mahal, sehingga itu bisa menjadi tambahan penghasilan mereka,” kata Hary.

Pria yang telah memberikan kuliah umum di lebih dari 200 perguruan tinggi se-Indonesia itu menambahkan, seusai Pemilu nanti Perindo akan berkonsentrasi membuat beberapa kawasan percontohan bagaimana membangun masyarakat yang produktif.

Bukan hanya nelayan, tetapi juga membangun produktivitas dan kesejahteraan petani, UMKM, dan masyarakat yang ketinggalan. “Kita bina kelompok-kelompok masyarakat, membangun produktivitas mereka, membangun kesejahteraannya,” kata Hary.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA