Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Pemkot Malang Targetkan Jumlah Sampah Berkurang

Kamis 04 Apr 2019 19:38 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Sampah menumpuk dan berserakan di pinggir jalan (ilustrasi)

Sampah menumpuk dan berserakan di pinggir jalan (ilustrasi)

Foto: Republika/Edi Yusuf
Kota Malang dilaporkan memproduksi sampah sebanyak 500 ton per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan agar produksi sampah di wilayahnya dapat berkurang. Hal ini terutama pada tempat-tempat wisata unggulan di Kota Malang. Kota Malang dilaporkan memproduksi sampah sebanyak 500 ton per hari. Jumlah ini berasal dari 900-an ribu warganya yang tersebar di lima kecamatan.

Karena data tersebut, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengaku sangat mengapresiasi keberadaan Pusat Daur Ulang (PDU). PDU yang baru saja diresmikan di Sukun ini diharapkan dapat menjadi tempat edukasi warga setempat. Masyarakat menjadi tahu bagaimana memilah sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga

Di sisi lain, kata dia, Kota Malang juga memiliki target meraih Piala Adipura kembali pada 2019. "Syukur-syukur dapat (piala) Kencana. Ini tidak bisa bekerja sendiri, kita bersama pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama. Oleh karenanya, peran kita semua sangat penting," kata pria yang disapa Bung Edi ini saat meresmikan PDU di Sukun, Kota Malang, Kamis (4/4).

Bung Edi juga berharap, fasilitas hasil kerja sama dengan pemerintah pusat ini dapat terawat baik ke depannya. Kemudian juga mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Malang. Sebab, kebersihan dan keindahan di lokasi-lokasi wisata akan memengaruhi kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Menurut Bung Edi, Kota Malang mendapatkan kunjungan wisatawan sebanyak 7,2 juta per tahunnya. "Pasti akan bermanfat dan memiliki nilai tambah, apalagi kalau kota kita bersih dan indah. Kita juga sedang bahas tahun ini untuk merucutkan Malang heritage di Kajoetangan yang sangat melegenda itu," tambah dia.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA