Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Pariwisata di Kota Bandung Belum Optimal

Selasa 09 Apr 2019 22:52 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Esthi Maharani

Wisatawan menggunakan hammock menikmati pemandangan hutan pinus di Wisata Alam Batu Kuda, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/2/2019).

Wisatawan menggunakan hammock menikmati pemandangan hutan pinus di Wisata Alam Batu Kuda, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/2/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
ndustri pariwisata diharapkan menjadi leading sektor bagi perekonomian Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pengembangan pariwisata Kota Bandung memerlukan kolaborasi antarpihak. Namun, menurut Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Bandung Lina Aulina, pengembangan sektor ini masih berjalan sendiri-sendiri. Padahal, kata dia, pariwisata merupakan industri yang cukup menjanjikan bagi Kota Bandung. Apalagi banyak potensi yang dimiliki mulai dari pariwisata yang disediakan alam hingga pariwisata buatan seperti fashion, kuliner, dan lainnya.

“Sesuai harapan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Industri pariwisata diharapkan menjadi leading sector bagi perekonomian Jabar. Namun sayangnya, Bandung dengan segala potensi yang dimiliki, pemasarannya masih belum optimal,” ujad Lina pada acara seminar dan Pelantikan IMA Chapter Bandung periode 2019-2021 di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera, Selasa (9/4).

Lina mengatakan, belum optimalnya pemasaran pariwisata Bandung dapat dilihat dari kadar popularitas, terutama pada tataran internasional. Saat ini, belum banyak turis mancanegara yang menjadikan Bandung kota tujuan wisata, layaknya Bali. Padahal, kata dia, secara potensi, Bandung memiliki kelebihan sektor pariwisata dibanding daerah lain. Ada wisata kuliner, budaya, industri kreatif, belum lagi ada 16 industri kreatif yang bisa dijual. Sektor tersebut bisa menjadi lokomotif pariwisata Kota Bandung.

Lina menyarankan, untuk memaksimalkan potensi pariwisata di Kota Bandung, perlu ada kolaborasi antar stakeholder. Untuk pemasaran misalnya, Pemkot Bandung bisa menggandeng IMA sebagai tenaga pemasaran.  Intinya, untuk mendongkrak pariwisata Bandung, perlu ada kolaborasi. Masih ada potensi destinasi wisata yang perlu dioptimalkanm

"Itu paralel dengan memanfaatkan beberapa potensi yang ada. Misalnya UKM dan mereka yang ahli dalam bidang jasa," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA