Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Pemkab Garut akan Kembangkan Pasar Digital

Selasa 16 Apr 2019 00:50 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Dwi Murdaningsih

Hutan Kota Pekanbaru, lokasi digelarnya pasar digital Pekan Rantau Melayu.

Hutan Kota Pekanbaru, lokasi digelarnya pasar digital Pekan Rantau Melayu.

Foto: Dok Dinas Pariwisata Riau
Pasar digital akan tersedia tempat-tempat yang menarik untuk difoto dan disebarkan.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berencana mengembangkan konsep wisata destinaai pasar digital. Hal itu untuk menindaklanjuti arahan Menteri Pariwisata saat berkunjung ke Kabupaten Garut beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Budi Gan Gan mengatakan, rencana pengembagan destinasi pasar digital akan dimulai tahun ini. Menurut dia, pihaknya sudah mendata banyak pasar untuk dijadikan destinasi digital.

"Ini kan ada banyak potensi, kita diminta usulkan tiga prioritas. Sekarang lagi digodok sama kita untuk prioritas itu. Kita sedang bahas terus," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Senin (15/4).

Destinasi digital merupakan konsep yang sedang dikembangkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Digital dimaksudkan tempat tersebut harus cocok dengan generasi saat ini yang serba digital.

Artinya, di destinasi itu nantinya akan tersedia tempat-tempat yang menarik untuk difoto dan disebarkan ke media sosial. Dengan begitu, akan semakin banyak orang yang tertarik datang ke tempat itu berkat promosi melalui media sosial.

Konsep destinasi digital disandingkan dengan paras bertujuan agar produk makanan atau kreasi lokal Kabupaten Garut bisa terangkat dengan banyaknya kunjungan wisatawan. Ujungnya, kesejahteraan masyarakat bisa ikut terdampak dengan konsep pasar destinasi digital.

Budi mengatakan, selain mengembangkan destinasi pasar digital, Disparbud juga akan memperbaiki obyek wisata lainnya yang selama ini sudah terbangun. "Kita akan membangun Situ Bagendit sebagai wisata berkelas dunia, bangun destinasi berbasis budaya di Situs Cangkuang, dan Desa Sanghyang," kata dia.

Situ Bagendit merupakan salah satu destinasi populer di Kabupaten Garut. Sementara Kampung Pulo di sekitar Candi Cangkuang ditinggali oleh masyarakat adat yang memiliki kultur khas. Pasalnya, di kampung itu hanya berdiri enam rumah yang ditinggali masyarakat adat Kampung Pulo.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengusulkan tiga langkah untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Garut. Tiga langkah itu di antaranya melalui pengembangan pariwisata berbasis digital.

Ia menjelaskan, Kabupaten Garut harus memperbanyak spot-spot destinasi yang indah di Garut dan memromosikan pariwisata menggunakan media figital atau media sosial agar mendunia. Selain itu, Pemkab Garut dengan membangun tiga destinasi digital tahun ini yang disesuaikan dengan karakteristik kaum milenial. Terkahir, Arief mengatakan, harus ada pengembangan sumber daya manusia untuk memajukan pariwisata di Garut.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA