Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Susul Bawang Putih, Harga Cabai Merah Pun Ikut Naik

Jumat 19 Apr 2019 14:28 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nidia Zuraya

Cabai merah.

Cabai merah.

Foto: Humas Kementan.
Konsumen khawatir kenaikan berbagai komoditas di pasar itu akan terus terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Harga cabai merah di Kota Cirebon mulai mengalami kenaikan. Hal itu menyusul harga bawang putih yang juga kembali naik.

Berdasarkan pantauan di Pasar Pagi, Kota Cirebon, Jumat (19/4), harga cabai merah saat ini mencapai Rp 35 ribu per kg. Padahal, sehari sebelumnya masih seharga Rp 25 ribu per kg.

‘’Saya juga kaget, harganya naik tinggi sekali,’’ ujar seorang pedagang sayuran di pasar tersebut, Ilah.

Ilah mengaku tidak tahu penyebab kenaikan harga cabai merah tersebut. Namun, kenaikan itu sudah berasal dari pemasoknya di Pasar Induk Jagasatru, Kota Cirebon.

Untuk itu, Ilah pun terpaksa harus menaikkan harga jual dagangannya meski mendapat protes dari para pelanggannya. Selain itu, dia juga mengurangi penjualannya agar tak merugi jika dagangannya tak habis.

‘’Pelanggan saya pada kaget pas tahu harga cabai merah naik, mereka tentu protes’’ kata Ilah.

Ilah pun mengaku bisa memahami sikap para pelanggannya. Pasalnya, mereka selama ini sudah terbebani dengan kenaikan harga bawang putih yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir.

Ilah menyebutkan, untuk bawang putih jenis kating, harganya bahkan kini kembali naik dari yang sebelumnya Rp 60 ribu per kg menjadi Rp 65 ribu per kg. Sedangkan bawang putih biasa, naik dari Rp 50 ribu per kg menjadi Rp 55 ribu per kg.

‘’Naik lagi hari ini. Jadi dibandingkan sehari kemarin, naiknya Rp 5.000 per kg,’’ terang Ilah.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Kejaksan, Nurul, mengaku keberatan dengan naiknya harga-harga tersebut. Pasalnya, komoditas bumbu dapur itu sangat dibutuhkannya untuk memasak setiap hari.

‘’Kalau dikurangi takarannya kan nanti masakan jadi kurang sedap,’’ keluh Nurul.

Nurul pun khawatir, kenaikan berbagai komoditas di pasar itu akan terus terjadi. Pasalnya, sebentar lagi bulan puasa akan segera tiba. Dia berharap pemerintah bisa melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasinya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA