Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Peringati Hari Nelayan, Polytama Bersihkan Pantai Glayem

Rabu 01 May 2019 12:35 WIB

Red: Agus Yulianto

Memperingati Hari Nelayan Nasional (HNN), Selasa (30/4), PT Polytama Propindo besama ratusan warga membersihkan bibir Pantai Glayem di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, sepanjang satu kilometer lebih.

Memperingati Hari Nelayan Nasional (HNN), Selasa (30/4), PT Polytama Propindo besama ratusan warga membersihkan bibir Pantai Glayem di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, sepanjang satu kilometer lebih.

Foto: Foto: Istimewa
Polytama berupaya menyadarkan masyarakat menjaga ekosistem pantai dan laut.

REPUBLIKA.CO.ID,  INDRAMAYU -- Memperingati Hari Nelayan Nasional (HNN), Selasa (30/4), PT Polytama Propindo membersihkan bibir Pantai Glayem di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, sepanjang satu kilometer lebih. Dalam kegiatan ini, perusahaan tersebut menggandeng sedikitnya empat ratus orang dari berbagai instansi pemerintah, siswa, pramuka, organisasi pemuda, nelayan dan relawan peduli lingkungan dari unsur masyarakat.

Beberapa instansi pemerintah yang terlibat dalam kegiatan kepedulian terhadap lingkungan itu diantaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu. Tak ketinggalan, unsur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0616,  Angkatan Laut (AL) dan Kepolisian Resort (Polres) setempat, termasuk dari Satuan Polisi Air (Satpol Air), Kepolisian Sektor (Polsek) Juntinyuat, Syahbandar dan instansi terkait lainnya.

Secara khusus, membersihkan pantai dari sebaran sampah itu untuk memperingati HNN. Namun karena waktunya hampir bersamaan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperingati Hari Sampah Nasional (HSN) dan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN). Bagi polytama, kegiatan untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai ini relevan dengan hari-hari besar nasional tersebut.

“Ini bentuk kepedulian Polytama, tidak saja terhadap nelayan, tetapi juga bagi lingkungan hidup, dalam hal ini pantai dan laut. Kebetulan industri kami terletak di pantai, jadi memiliki kewajiban untuk menjaga ekosistem pantai dan laut, salah satunya dengan membersihkan sampah yang bertebaran di pantai di daerah ring satu polytama,” tutur General Manager PT Polytama, Dwinanto Kurniawan dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Rabu (1/5).

Dwinanto bersama para pekerja polytama turut berbaur bersama masyarakat memunguti berbagai jenis sampah di sepanjang muara Pantai Glayem dari pagi sampai siang hari. Turut pula memunguti sampah Komandan Kodim setempat, Letkol. Kav. Agung Nur Cahyono, Kepala DLH, Ir. Aep Surahman dan Kepala BPBD Edi Kusdiana. 

Belasan ton berbagai jenis sampah berhasil dikumpulkan dari pantai sepanjang satu kilometer di wilayah pantai timur Indramayu. Sampah tersebut diangkut ke truk-truk sampah yang telah disediakan dan dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Desa Pecuk, Kecamatan Sindang.

Selain membersihkan pantai,  kegiatan itu juga diramaikan dengan senam bersama yang diikuti seluruh relawan pemungut sampah, dan penanaman bibit pohon di sepanjang pantai. Polytama juga menyediakan doorprize menarik untuk para relawan yang berhasil memungut sampah dengan volume besar setelah melalui penimbangan.

Membudayakan kebersihan pantai

GM Polytama Dwinanto menuturkan, kegiatan bersih-bersih pantai ini sebagai bentuk apresiasi perusahaannya terhadap kontribusi besar nelayan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masarakat melalui ikan hasil tangkapan. Selain itu, polytama yang lokasinya di areal pantai, berupaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pantai dan laut.

“Sumbangan nelayan bagi pemenuhan gizi sangat besar. Kita mengapresiasi itu dengan membersihkan lingkungan pantai tempat nelayan tinggal. Kegiatan ini juga untuk menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga lingkungan pantai di lingkungan masing-masing. Kebersihan pantai dan laut harus menjadi budaya bagi warga pesisir dan nelayan,” tuturnya.

Polytama melihat kegiatan membersihkan ekosistem pantai dan laut dari sampah harus menjadi budaya yang tumbuh di dalam masyarakat. Sehingga setiap saat muncul kesadaran oleh masyarakat, termasuk nelayan sendiri, untuk selalu menjaga pantai dari berbagai macam jenis sampah.

“Kami melihat kegiatan ini sangat baik sebagai kampanye untuk menyadarkan masyarakat. Tidak hanya Glayem, pantai-pantai lain, terutama yang menjadi daerah ring satu polytama, juga akan kita bersihkan dengan pola sama, dengan melibatkan unsur masyarakat,” tutur Dwinanto.

Kepala DLH Aep mengucapkan terima kasih kepada polytama yang menggelar kegiatan edukasi untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pantai dan laut.  Kegiatan ini juga bentuk kampanye yang harus dilakukan terus-menerus kepada nelayan dan warga pesisir untuk lebih mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang pantai maupun ke laut.

“Glayem salah satu pantai yang kotor. Karena itu, kami berterima kasih kepada poltama yang berinsiatif membersihkan pantai dari tumpukan sampah. Kalau pantai dan laut bersih, maka biota laut bisa terjaga. Nelayan akan ikut menikmati hasil karena ikan akan banyak berada di lingkungan yang bersih. Melalui kegiatan ini, saya harap masyarakat sadar utuk membersihkan pantai dan tidak lagi membuang sampah sembarangan di pantai maupun laut,” tutur dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA