Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Guru Ini Terkejut Disebut Perekam Video Ancam Jokowi

Senin 13 May 2019 09:58 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Video pria yang mengancam Jokowi viral di media sosial.

Video pria yang mengancam Jokowi viral di media sosial.

Foto: Youtube.
Guru Sukabumi khawatir akan menjadi sasaran kemarahan warganet.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Guru SDN Citamiang 1 Kota Sukabumi Agnes Kusumahandari dicatut fotonya sebagai wanita perekam video seorang pemuda yang mengancam akan memenggal Presiden RI Joko Widodo. Ia pun khawatir menjadi sasaran kemarahan warganet.

Baca Juga

"Saya terkejut foto saya menjadi viral dan dituduh sebagai wanita yang merekam ujaran ancaman yang dilakukan seorang pemuda saat unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Pusat di Jakarta," kata Agnes di Sukabumi, Senin.

Padahal, saat kejadian atau pada Jumat (10/5) ia sedang berada di Sukabumi untuk mengajar anak didiknya. Pada hari yang sama atau Jumat, setelah pulang mengajar sekitar pukul 14.00 WIB ia melanjutkan berbelanja di salah satu pasar modern di Kota Sukabumi.

Keberadaannya dapat dibuktikan lewat struk berbelanja di pasar modern tersebut. "Struk pembayaran masih ada," katanya.

Ia mengaku tertekan dengan kabar hoaks yang menyebutnya merekam pemuda pengancam Jokowi itu.

Maka dari itu, antisipasi adanya kemarahan ditambah sudah viral ia secara sukarela datang ke Mapolres Sukabumi Kota untuk melakukan klarifikasi. Sebab jika tidak mengambil langkah cepat maka informasi hoaks tersebut akan terus menjadi viral di media sosial.

"Mudah-mudahan saya tidak menjadi sasaran kemarahan netizen setelah adanya klarifikasi ini secara langsung. Dan terkait kasus ini saya secara pribadi tidak akan melapor balik netizen yang telah mencemarkan nama dan harga diri," tambahnya.

Sebelumnya, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan setelah adanya klarifikasi ini maka kasus tuduhan atau fitnah yang dilayangkan netizen kepada guru PNS di SDN Citamiang 1 dianggap sudah selesai.

Meskipun demikian kasus ini tetap berlanjut dan sudah dalam tahapan penyidikan di Polda Metro Jaya dan anggota polisi pun masih mencari wanita yang merekam dan menyebarkan video ancaman itu

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA