Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Sukabumi Naikkan Jangkauan Kesehatan untuk 45 Ribu Lansia

Jumat 17 May 2019 20:56 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Hafil

Lansia atau lanjut usia. Ilustrasi

Lansia atau lanjut usia. Ilustrasi

Foto: IndianExpress
Kualitas kesehatan lansia harus lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen untuk memperhatikan keberadaan kalangan lanjut usia (Lansia). Caranya dengan meningkatkan cakupan layanan kesehatan dasar bagi mereka.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan pada kegiatan penggalangan komitmen pemberdayaan lansia di Kota Sukabumi 2019, di Aula Pertemuan Bank BJB Kota Sukabumi, Jumat (17/5). ‘’ Berdasarkan data yang ada jumlah lansia di Kota Sukabumi pada 2019 cukup banyak mencapai 45.063 orang atau sebesar 13,36 persen dari jumlah penduduk yakni 344.797 orang,’’ ujar Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami.

Keberadaan lansia ini memerlukan perharian dan strategi pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) terutama kesehatan. Selain itu perlu adanya kegiatan inovasi pemberdayaan lansia terintegrasi di wilayah dan tersusunnya rencana tindak lanjut kegiatan. 

Andri menuturkan, secara alami proses menjadi tua mengakibatkan seseorang mengalami perubahan fisik, mental, spritual, ekonomi, dan sosial. Salah satu yang sangat mendasar adalah masalah kesehatan, sehingga diperlukan pembinaan lanjut usia bahkan sejak usia dini. 

Acuan untuk SPM kesehatan lansia kata Andri yakni Permenkes Nomor 4 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.  Di mana pelayanan kesehatan pada usia lanjut adalah melakukan screening yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun khususnya untuk mendeteksi penyakit menular dan penyakit yang tidak menular. 

Sehingga kata Andri, pelayanan kesehatan usia lanjut merupakan salah satu indikator standar pelayanan minimal. Pelayanan screening diberikan di puskesmas dan jaringanya serta fasilitas pelayanan kesehatan lainya.

Saat ini ungkap Andri, cakupan pelayanan usia lanjut di Kota Sukabumi pada 2018 baru mencapai 38,73 persen. Ke depan akan terus ditingkatkan cakupan tersebut

Dalam rangka pencapaian standar pelayanan minimal ini lanjut Andri diperlukan strategi yang dilakukan oleh puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Sarana kesehatan ini akan menjadi unit terdepan dalam upaya pencapaian target SPM dibantu oleh semua lintas terkait. 

" Melalui kegiatan ini diharapkan adanya perkembangan ataupun inovasi kegiatan lansia,’’ imbuh Andri. Selanjutnya upaya pemberdayaan lansia, penguatan pencatatan dan pelaporan lebih dapat menguatkan atau menggali permasalahan yang ada pada lansia sehingga nantinya dapat ditindak lanjuti oleh jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui puskesmas.

Kepala Dinkes Kota Sukabumi Ritaneny menambahkan, pemda berkomitmen untuk memperhatikan lansia dengan melibatka berbagai dengan sektor yang lain tidak hanya kesehatan. Misalnya kalangan swasta dan masyarakat umum '' Targetnya layanan kesehatan lansia bisa terjangkau 100 persen,'' imbuh dia.

Menurut Ritaneny, kualitas kesehatan lansia harus lebih baik dari tahun ke tahun. Indikatornya pada usia harapan hidup lansia 72 tahun dan ini harus dipertahankan. Oleh karena itu sektor kesehatan akan diprioritaskan dan berkomitmen lebih baik.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA