Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Jembatan Gantung Pertama di Perbatasan RI-Timor Leste

Ahad 19 May 2019 20:10 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Hasanul Rizqa

Jembatan Kian Rai Ikun merupakan jembatan gantung pertama di perbatasan antara Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste. Keberadaanya menghubungkan Desa Tialai dan Desa Naikasa, Kecamatan Lamaken, Kabupaten Belu, NTT.

Jembatan Kian Rai Ikun merupakan jembatan gantung pertama di perbatasan antara Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste. Keberadaanya menghubungkan Desa Tialai dan Desa Naikasa, Kecamatan Lamaken, Kabupaten Belu, NTT.

Foto: Republika/Dwina Agustin
Jembatan gantung ini juga berpotensi jadi satu destinasi wisata

REPUBLIKA.CO.ID, BELU -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan gantung pertama di perbatasan antara Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste. Adanya infrastruktur ini menghubungkan Desa Tialai dan Desa Naikasa, yang terletak di Kecamatan Lamaken, Kabupaten Belu, NTT.

Baca Juga

"Ini contoh infrastruktur kerakyatan dengan jembatan  gantung, kalau banyak yang bilang ini kaya di Indiana Jones," ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, Ahad (19/5). Indiana Jones merupakan judul film yang diperankan antara lain Harrison Ford.

Jembatan Kian Rai Ikun, demikian namanya, memiliki panjang 84 meter. Daya topangnya bisa menampung 40 orang dalam waktu bersamaan. Dalam proses pengerjaan, proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 3,2 miliar. Dana sebesar itu dikeluarkan dari APBN 2018 di bawah Direktorat Jendral Bina Marga.

Proses pengerjaan dilakukan selama tiga bulan. Sedangkan peresmian jembatan gantung ini telah dilakukan oleh  pada 10 April lalu.

"Jembatan ini bantu masyarakat, yang dari cerita bupati, ketika musim hujan air meninggi sehingga menyulitkan untuk anak sekolah lewat," kata Endra.

Endra menjelaskan, sebelum jembatan gantung itu dibangun, anak sekolah harus memutar dengan jarak tujuh kilometer untuk bisa menyeberang. Kondisi menyulitkan bertambah ketika musim hujan tiba, sungai meluap dan anak-anak mesti menunggu air surut terlebih dahulu baru bisa menyeberang.

"Ini juga bisa jadi destinasi wisata di Belu kare jadi tempat foto yang bagus," kata Endra.

Jembatan yang berada di atas aliran sungai Talau ini merupakan satu dari empat jembatan gantung yang dibangun di NTT pada 2018. Tiga jembatan lainnya yanh dibangun bersamaan adalah Jembatan Gantung Kali Nyonya di Kota Kupang, dan dua jembatan gantung lagi dibangun di Flores.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA