Friday, 18 Syawwal 1440 / 21 June 2019

Friday, 18 Syawwal 1440 / 21 June 2019

PMI Bangun Toilet di Lokasi Terdampak Tsunami Selat Sunda

Sabtu 25 May 2019 16:53 WIB

Red: Gita Amanda

Nelayan pesisir selatan Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, sudah sebulan lebih tak kunjung melaut karena kapal dan alat tangkap ikan rusak diterjang tsunami Selat Sunda, akhir tahun lalu.

Nelayan pesisir selatan Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, sudah sebulan lebih tak kunjung melaut karena kapal dan alat tangkap ikan rusak diterjang tsunami Selat Sunda, akhir tahun lalu.

Foto: Republika/Mursalin Yasland
Toilet juga dirancang untuk masyarakat rentan dan berkebutuhan khusus.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG -- Palang Merah Indonesia (PMI) membangun toilet permanen, di lokasi terdampak tsunami di beberapa wilayah di Lampung dan Banten pada fase pemulihan pascabencana di daerah tersebut. Ini merupakan bagian dari komitmen PLN membantu masyarakat terdampak tsunami.

"Pembangunan toilet permanen merupakan komitmen kami dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana tsunami di Lampung untuk melakukan pemulihan pascabencana," kata Ketua Pengurus PMI Provinsi Lampung Umar Hasan melalui sambungan telepon di Lampung, Sabtu (25/5).

Baca Juga

Selain membangun toilet tersebut, PMI juga membangun sarana dan prasarana lainnya untuk keperluan warga korban bencana di daerah itu. Ia menjelaskan fasilitas sanitasi dan toilet yang didukung dengan sarana air bersih itu, dibutuhkan masyarakat, terutama yang tinggal di hunian sementara (huntara) di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa maupun yang dibangun di fasilitas umum di area Pondok Pesantren Nurul Islami Desa Sukaraja.

Dipilihnya lokasi tersebut, merupakan hasil asessment dengan memperhatikan kebutuhan sanitasi di kedua wilayah itu, karena potensial dan membutuhkan dukungan fasilitas infrastruktur sanitasi Salah satu kelebihan toilet itu, kata dia, ada yang dirancang untuk kebutuhan masyarakat yang rentan dan berkebutuhan khusus, seperti lansia serta penyandang disabilitas, berupa toilet duduk.

Dalam pembangunan toilet permanen, pihaknya mendapatkan dukungan dari Palang Merah Denmark (DRC) serta Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).

Koordinator Lapangan Operasi PMI Provinsi Lampung Sumiyanto menambahkan toilet permanen itu dibangun untuk keperluan warga, agar bisa dimanfaatkan dalam waktu jangka panjang. "Secara teknis toilet permanen ini dibangun di dua lokasi intervensi program dengan masing-masing lokasi dibangun satu unit dan setiap unit terdiri dari lima pintu agar bisa dimanfaatkan masyarakat banyak," kata dia.

Penerima manfaat yang juga pengurus Ponpes Nurul Islam menyambut baik pembangunan toilet permanen di pesantrennya. Karena pembangunan ini berguna untuk memenuhi kebutuhan para santri ponpes setempat yang sebelumnya rusak akibat tsunami pada 22 Desember 2018.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA