Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Peti Kemas Jatuh Kembali Terjadi di Palembang

Ahad 26 Mei 2019 00:14 WIB

Red: Endro Yuwanto

Peti kemas di pelabuhan, ilustrasi

Peti kemas di pelabuhan, ilustrasi

Peti kemas yang jatuh itu menimbulkan kemacetan parah di beberapa ruas jalan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Peti kemas jatuh dari truk tronton/trailer kembali terjadi di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Kecelakaan ini mengakibatkan satu kendaraan pribadi ringsek.

Meski tak menimbulkan korban jiwa namun kemacetan parah terjadi di beberapa ruas jalan protokol. Arus lalu lintas poros Jalan Demang Lebar Daun Palembang akses menuju Griya Agung atau Rumah Dinas Gubernur Sumatra Selatan mengalami macet parah lebih dari dua kilometer, sejak Sabtu (25/5) sore hingga malam hari akibat kontainer/peti kemas terguling di tengah jalan jatuh dari mobil tronton.

Peti kemas dengan posisi jatuh itu menimpa satu unit mobil minibus Kijang Innova menutupi dua ruas jalan dekat pertigaan akses jalan menuju Griya Agung, rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel, dan kawasan permukiman penduduk Wayhitam Palembang.

Kemacetan itu terjadi karena truk tronton/trailer mengalami kerusakan/mati mesin saat melalui jalan yang sedikit menanjak, tiba-tiba jalan mundur menabrak sebuah mobil kijang dan peti kemas muatannya terjatuh di tengah jalan.

Untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang dapat mengakibatkan arus lalu lintas berhenti total, anggota polisi lalu lintas dari Polresta Palembang diturunkan di beberapa titik sepanjang Jalan Demang Lebar Daun dan jalan sekitarnya, seperti Jalan Angkatan 45 hingga simpang empat fly over Polda untuk mengatur lajunya kendaraan dan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif.

Petugas Satlantas Polresta Palembang Aiptu Elvan menjelaskan bahwa mobil trailer sudah diamankan, sedangkan peti kemasnya tengah diupayakan dievakuasi menunggu alat berat. Peti kemas yang terguling di Jalan Demang Lebar Daun itu tidak bisa langsung dievakuasi dengan mobil derek biasa karena muatan terlalu berat. "Peti kemas atau kontainer yang terguling penyebab kemacetan itu tidak bisa dievakuasi dengan mobil derek biasa karena harus menggunakan alat berat/crane," ujar Elvan.

Sementara, menurut Riki Gunawan, salah seorang warga, kecelakaan mobil pembawa kontainer sudah sering terjadi namun tidak menjadi pelajaran sopir tronton dan pemilik usaha jasa angkutan barang dari kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Boom Baru Palembang itu. "Seingat saya pada 10 Oktober dan 17 Oktober 2017 terjadi kecelakaan jatuhnya peti kemas dari truk tronton/trailer," ujarnya.

Kejadian kecelakaan pada 10 Oktober 2017 tidak jauh dari kejadian sekarang ini, yakni di Jalan Demang Lebar Daun, samping Rumah Sakit Bunda Palembang. Kemudian pada 17 Oktober terjadi di Jalan Basuki Rahmad-R Sukamto menuju mal Palembang Trade Center.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA