Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Ini Motif Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang

Senin 27 Mei 2019 11:23 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Tim Inafis dan Labfor Polda Jawa Timur melakukan olah TKP di Polsek Tambelangan pascapembakaran oleh massa, di Sampang, Jawa Timur, Kamis (23/5/2019).

Tim Inafis dan Labfor Polda Jawa Timur melakukan olah TKP di Polsek Tambelangan pascapembakaran oleh massa, di Sampang, Jawa Timur, Kamis (23/5/2019).

Foto: Antara/Ryan Hariyanto
Pembakaran dilakukan lantaran gagal berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi 22 Mei 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan mengungkapkan motif pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, dan para saksi. Luki mengungkapkan, para pelaku yang disebut-sebut jumlahnya hingga ratusan itu, melakukan pembakaran, lantaran gagal berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi 22 Mei 2019.

"Motifnya ini kekecewaan dari mereka yang ingin berangkat ke Jakarta pada 21 Mei dini hari. Tapi TNI dan Polri yang berjaga di Jembatan Suramadu, berhasil mengembalikan mereka ke rumahnya," kata Luki di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (27/5).

Luki melanjutkan, motif lain yang mendorong para pelaku melakukan pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang adalah karena terprovokasi. Para pelaku mendapat kiriman video dari rekannya yang tengah mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta. Di video itu mereka mengaku terkepung oleh aparat, dan tidak bisa keluar.

"Terus adanya kiriman video dari rekannya di Jakarta. Mereka memyampaikan mohon doanya, saya tidak bisa keluar, terkepung. Ini diviralkan dan jadi ramai di Sampang," kata Luki.

Terkait kasus tersebut, lanjut Luki, pihaknya telah memeriksa 17 orang saksi. Hingga saat ini, lanjut Luki, sudah ada enam orang yang diamankan terkait kasus tersebut. Dari keenamnya, lima orang sudah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan, sementara satu sisanya masih didalami.

Luki menjelaskan, para tersangka untuk sementara dikenakan pasal perlapis yaitu Pasal 200 KUHP, Pasal 187 KUHP, dan Pasal 170 KUHP. Menurut Luki, pasal yang disangkakan kepada para tersangka bisa saja bertambah, mengingat banyak barang-barang di Mapolsek Tembelangan yang hilang, dan diduga dijarah.

"Nanti akan kami kembangkan lagi karena ada barang-barang yang hilang. Alat komunikasi, ini masih kami dalami karena di situ alat pengisi baterainya terbakar, tapi HT  tidak ada. Laptop juga tidak ada. Ini kami akan kembangkan untuk kemungkinan penjarahan dan sebagainya," kata Luki.

Sebelumnya, Kantor Polsek Tambelangan, Sampang, Jawa Timur, dibakar massa. Pembakaran terjadi pada Rabu, (22/5) malam, tepatnya ekitar pukul 22.00 WIB. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Mapolsek Tambelangan, Sampang.

Massa itu selanjutnya melempari kantor Polsek Tambelangan menggunakan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin bringas, hingga akhirnya terjadi pembakaran.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA