Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Unair Siapkan 1.600 Kuota Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

Senin 17 Jun 2019 15:07 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Foto: Ist
Jumlah tersebut merupakan 30 persen dari kuota yang ada

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Rektor Universitas Airlangga (Unair) Mohammad Nasih mengatakan Unair menyiapkan sekitar 1.600 kuota mahasiswa baru lewat jalur mandiri. Jumlah tersebut merupakan 30 persen dari kuoata yang ada, yang jumlahnya mencapai 5.525 untuk tahun ajaran 2019/ 2020. Sementara kuota sisanya akan diisi mahasiswa baru yang lulus lewat jalur SMPTN, dan SBMPTN.

"Total kuotanya tahun ini sebanyak 5.525 mahasiswa, mulai SMPTN, SBMPTN, hingga jalur mandiri. Untuk jalur mandiri angkanya kurang lebih 1.600 atau 30 persen dari daya tampung yang ada," ujar Nasih ditemui di Surabaya, Senin (17/6).

Nasih menjelaskan, untuk penerimaan lewat jalur mandiri, Unair menggunakan tes tulis sebagai acuan utama dalam penerimaan mahasiswa baru. Alasannya, lanjut Nasih, Unair ingin memberikan kesempatan lebih luas bagi calon mahasiswa baru yang belum lulus di jalur SMPTN, dan SBMPTN.

"Kita ingin memberikan kesempatan lebih luas kepada kawan-kawan yang pada saat UTBk mungkin lagi gak mood, mungkin kurang persiapan, sehingga nilainya belum sesuai harapan untuk bisa masuk ke Prodi yang diinginkan. Sehingga Unair memberi kesempatan untuk ujian tulis bagi mereka yang ingin masuk lewat jalur mandiri," ujar Nasih.

Nasih menegaskan, proses pendidikan dari jalur mandiri sama persis dengan yang lewat jalur SNMPtN maupun SBMPtN. Menurut Nasih, yang membedakan hanya satu, yakni pembayaran SPP. Dimana untuk mahasiswa yang lulus lewat jalur mandiri, Unair menggunakan UKT tertinggi.

"Pembayarannya sesuai SK rektor, itu SPP tertinggi hanya untuk Fakultas Kedokteran (FK) yang jumlahnya Rp 25 juta per semester. Tidak ada yang sampai Rp 100 juta atau bahkan miliaran," ujar Nasih.

Nasih menegaskan, tidak ada pembayaran apapun, melalui siapapun yang dibenarkan, selain yang sudah ada di dalam SK Rektor Unair. Nasij juga mengingatkan, semua pembayaran masuk ke rekening rektor.

"Tidak ada rekening selain itu. Sehingga kalau ada orang tua yang diberi rekening lain, dan atau kalau ada yang minta pembayaram secara cash, mohon tidak dilayani dan diabaikan," kata Nasih.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA