Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Angin Kencang 80 Kilometer per Jam Landa Aceh

Selasa 25 Jun 2019 00:03 WIB

Red: Ani Nursalikah

 Sejumlah warga melintas di depan rumah yang roboh akibat hujan dan  angin kencang pada Senin (7/1) sore.

Sejumlah warga melintas di depan rumah yang roboh akibat hujan dan angin kencang pada Senin (7/1) sore.

Foto: Republika/Eric Iskandarsjah Z
Angin kencang bisa menumbangkan pohon dan merobohkan rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh memperkirakan, kecepatan angin kencang melanda yang sejumlah wilayah di Provinsi Aceh mencapai 80 kilometer per jam.

Baca Juga

"Kecepatan angin mencapai 80 kilometer per jam. Sekarang ini musim angin barat dari laut," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad, Senin (24/6).

Ia mengakui, dalam sepekan terakhir ini sejumlah wilayah di kabupaten/kota di Aceh mengalami peningkatan kecepatan angin, terutama di daerah berbatasan dengan pesisir pantai. Saat angin kencang itu terjadi, bisa menimbulkan cuaca ekstrem jika di lapisan atmosfer sekitar tumbuhnya atau pergerakan awan-awan konventif atau awan penyebab terjadi hujan.

Keadaan cuaca yang tidak bersahabat ini bisa diperparah dengan terbentuk awan hitam atau dikenal awan Comulonimbus (Cb) terbentuk vertikal menjulang tinggi hingga 60 ribu kaki. Awan ini menjadi penyebab terjadinya angin ribut.

"Seperti kita lihat di Aceh dalam beberapa hari terakhir ini terutama di sore hari, sudah mulai mendung dan sebelum turun hujan, diawali dengan angin kencang. Itu pertanda ada awan Cb," katanya.

Ia mengatakan, angin kencang seperti ini bisa berdampaknya meningkatkan gelombang laut, merobohkan pohon kayu, tiang listrik, dan baliho atau papan iklan. "Begitu juga dengan atap rumah, bisa roboh. Bagi yang sedang berkendara ketika angin kencang terjadi, maka kurangi kecepatan atau berhenti. Jika Anda berada di rumah, berdiam diri. Cuaca ekstrem akibat angin kencang masih berpotensi terjadi tiga hingga empat hari ke depan, akibat adanya pusaran lapisan atmosfer di Aceh," kata Zakaria.

Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya melaporkan, akibat angin kencang disertai hujan telah menyebabkan satu pohon kayu tumbang melintang ke badan jalan Banda Aceh-Meulaboh di kawasan Ranto Mon Reu, Kecamatan Panga, Sabtu (22/6) sekitar pukul 17.20 WIB. Petugas BPBK Aceh Jaya, Yudhi mengatakan, tumbangnya pohon ini sempat menyebabkan terganggunya arus lalu lintas sehingga kendaraan yang melintas menggunakan jalur buka tutup.

BPBK Aceh Jaya mengerahkan personil dari Pemadam Kebakaran Pos Panga, dan Damkar Pos Teunom untuk mengatasi kejadian tersebut. Petugas memotong dan membersihkan pohon tumbang dari badan jalan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA