Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Bantuan Air Akan Disalurkan ke Lahan Sawah yang Kekeringan

Selasa 25 Jun 2019 22:37 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Esthi Maharani

Areal sawah retak-retak akibat kekeringan di Blok Sinarjaya, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (24/6).

Areal sawah retak-retak akibat kekeringan di Blok Sinarjaya, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (24/6).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Sejak satu bulan terakhir 15 hektar lahan pertanian mengalami kekeringan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) akan menyalurkan bantuan air untuk kebutuhan lahan pertanian. Salah satu yang akan didorong untuk wilayah Kampung Kiara, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Sejak satu bulan terakhir 15 hektar lahan pertanian mengalami kekeringan. Akibatnya petani memanen padi lebih awal sekitar 10 hektar. Sedangkan 5 hektar lainnya berpotensi gagal panen.

Kepala Dispangtan Kota Cimahi, Supendi Heriyadi mengungkapkan pihaknya akan menyalurkan bantuan air untuk sawah-sawah tersebut. Terlebih dahulu pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi.

"Kita koordinasi dengan DPKP bisa gak memberikan air (ke sawah)," ujarnya, Selasa (25/6). Ia mengungkapkan, teknis penyaluran air untuk 5 hektar sawah tengah dibahas.

Ia berharap sisa 5 hektar yang ada bisa dipanen dan terselamatkan dari kekeringan akibat musim kemarau. Pihaknya mengaku terus berkomunikasi dengan instansi terkait untuk penyaluran air.

Kepala DPKP Kota Cimahi, Muhammad Nur Kuswandana menegaskan pihaknya siap menyuplI kebutuhan masyarakat. "Masih berlebih (stok air), masih bisa disalurkan," katanya.

Sebelumnya, Sejumlah petani di RW 16 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi mulai merasakan dampak dari musim kemarau yang tengah berlangsung yaitu kekeringan di lahan pertanian. Akibatnya, mereka terancam mengalami gagal panen.

Salah seorang petani, Onda Gunawan (52) mengungkapkan aliran air di irigasi yang berasal dari Sungai Cijanggel, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat sudah tidak mengalir ke lahan pertanian. Hal tersebut sudah berlangsung sejak pertengahan puasa Ramadhan.

"Sawah retak-retak karena airnya udah gak ada sama sekali," ujarnya, Senin (24/6). Ia mengungkapkan, pihaknya akhirnya memanen padi lebih cepat karena dikhawatirkan gagal panen. Menurutnya, seharusnya panen dilakukan dua pekan ke depan.

Dirinya mengungkapkan, panen yang lebih cepat dilakukan sebanyak 10 hektar. Sedangkan di RW 16 terdapat 15 hektar lahan pertanian yang dikelola oleh 23 orang petani. Sisanya diperkirakan mengalami gagal panen jika tidak turun hujan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA