Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Buwas Dicopot

Kapolri Sebut Ada Mutasi Petinggi Polri, Buwas?

Kamis 03 Sep 2015 19:10 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Ilham

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Foto: Republika/Wihdan H

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengungkapkan tengah membahas rencana mutasi dan pergantian jabatan di jajaran Perwira Tinggi (Pati) Polri. Tetapi, Badrodin enggan menyebut secara spesifik nama-nama Pati yang akan dimutasi, termasuk kemungkinan pergantian Komisaris Jenderal Budi Waseso sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim).

Badrodin menjelaskan, keputusan pergeseran dan mutasi Pati itu bukan sepenuhnya menjadi wewenang dirinya sebagai Kapolri, tapi harus melalui mekanisme rapat di Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti). Namun, sekali lagi Badrodin enggan menyebut kemungkinan mengganti Budi Waseso (Buwas).

''Nanti kalau sudah selesai baru akan diumumkan. Kalo saya sebut ternyata tidak keluar, saya disebut membohongi publik,'' kata Kapolri usai mengadakan pertemuan dengan Menko Polhukam, Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis (3/9).

Terkait kinerja Buwas, Badrodin menyebut tidak ada masalah yang ditunjukan oleh perwira tinggi bintang tiga Polri tersebut. Namun, Kapolri menyebut, mekanisme penilaian dan tolak ukur kinerja sepenuhnya diserahkan kepada Wanjakti.

Kapolri memastikan, jika nanti ada pergantian di jabatan Kabareskrim, semua proses kasus yang tengah ditangani oleh Bareskrim tidak akan terpengaruh dan terganggu. Pun dengan penyelesaian sejumlah kasus-kasus besar yang sedang ditangani Bareskrim.

''Sistemnya sudah berjalan, ada, tidak ada pimpinan, pasti berjalan. Teknis dan taktis sudah berjalan dengan baik,'' kata mantan Kapolda Jatim itu.

Terkait pertemuan dengan Luhut, Badrodin membantah pertemuan itu sengaja dilakukan untuk membahas masalah pencopotan Buwas. Pertemuan itu dilakukan dalam rangka rapat koordinasi dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Hal senada diungkapkan Luhut. Menurut dia, dirinya menegaskan dalam setiap memberi keterangan kepada publik mengenai kasus-kasus tertentu, Polri jangan terlalu berlebihan. ''Pemberantasan korupsi harus tetap dilakukan, tapi dengan cara yang tidak boleh bikin gaduh. Kami dukung Pak Kapolri dalam melakukan perbaikan,'' kata Luhut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA