Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Polisi Amankan 10 Tersangka Kasus Vaksin Palsu

Kamis 23 Jun 2016 15:24 WIB

Red: Nidia Zuraya

Vaksinasi Anak.

Vaksinasi Anak.

Foto: abc

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mengamankan 10 tersangka dalam kasus praktik peredaran vaksin palsu untuk balita.

"Total tersangka kasus ini ada 10 orang terdiri dari lima produsen, dua kurir, dua penjual dan satu pencetak label," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/6).

Ia mengatakan kasus ini bermula dari ditemukannya beberapa penjual vaksin anak yang tidak mengantongi izin. Pada 16 Mei 2016, penyidik menangkap tersangka J yang merupakan Direktur CV Azka Medical yang berlokasi di Jalan Karang Satri Nomor 43 Bekasi, Jabar.

Dalam pengembangan kasus ini, diketahui ada tiga kelompok pelaku produsen vaksin palsu yang tidak saling mengenal satu sama lain. Tiga kelompok produsen vaksin palsu tersebut yakni tersangka P (ditangkap di Puri Hijau Bintaro), tersangka HS (ditangkap di Jalan Serma Hasyim Bekasi Timur), serta tersangka R dan istrinya H (ditangkap di Kemang Regency).

Para produsen vaksin palsu tersebut ditangkap pada 21 Juni 2016. Pada hari yang sama, polisi juga menggeledah sebuah apotek berinisial ARIS di Jalan Kramat Jati, Jakarta, Timur sebagai tempat penjualan vaksin palsu.

Selain itu polisi menangkap tersangka T (kurir) di Jalan Manunggal Sari dan tersangka S (kurir) di Jalan Lampiri Jati Bening. Dari para tersangka diperoleh keterangan bahwa mereka menggunakan botol bekas vaksin yang kemudian diisi dengan cairan infus atau aquades dan vaksin tetanus lalu botol tersebut diberi label vaksin yang diinginkan.

Agung mengatakan vaksin-vaksin palsu itu didistribusikan di Jakarta, Banten dan Jawa Barat. "Mereka (para pelaku) sudah menggeluti usaha ini sejak 2003," katanya.

Dalam kasus ini, penyidik menyita 195 sachet vaksin Hepatitis B, 221 botol vaksin Pediacel, 364 vial/botol pelarut vaksin campak kering, 81 sachet vaksin penetes polio, 55 vaksin anti Snake dalam plastik, dokumen penjualan vaksin, bahan baku pembuatan vaksin, alat pres untuk menutup botol vaksin serta vaksin palsu lainnya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA