Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Ide Perampokan Pulomas Muncul di Rumah Makan Padang

Sabtu 31 Dec 2016 09:51 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Bayu Hermawan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya telah mengkonfrotir keterangan dua pelaku perampokan di rumah Dody Triono di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, yaitu Erwin Situmorang (ES) dan Alfins Bernius Sinaga. Dari keterangan mereka, polisi menegaskan bahwa Ramlan Butar Butar merupakan otak perampokan sadis tersebut.

"Kemarin kita lakukan konfrontir pada dua pelaku, ES dan ABS beraliran perampokan di Pulomas. Hasilnya Ramlan Butar Butar itu yang punya ide untuk melakukan perampokan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (30/12).

Argo mengatakan, dari keterangan hasil pemeriksaan tersebut diketahui sebelum melancarkan aksinya para perampok tersebut sempat makan nasi padang di kawasan dekat kampus Maritim (Akademi Maritim Indonesia) Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (24/12).

"Pada tanggal 24 Desember itu yang bersangkutan itu makan di Rumah Makan Padang dekat kampus Maritim di Pulomas, dia makan di sana," katanya.

Saat berjalan ke rumah makan itu, kata Argo, Ramlan kemudian sempat melihat sejumlah rumah di perumahan sekitar kampus itu pintunya terbuka dan minim penjagaan.

Selanjutnya, saat mereka makan di RM Padang tersebut, Ramlan pun memunculkan ide untuk melakukan perampokan di kawasan dekat kampus tersebut karena perumahan itu tampak mudah untuk disatroni.

"Jadi, yang memunculkan pertama untuk merampok tiu Ramlan Butar Butar. Dia pun sempat berkeliling melihat suasana," jelasnya.

Seperti diketahui, sejauh ini polisi sudah menangkap tiga orang pelaku perampokan rumah Pulomas. Dua pelaku, yakni Ramlan Butarbutar (RB) dan Erwin Situmorang (ES) ditangkap terlebih dahulu pada Rabu (28/12) sore di Jalan Kalong, Rawalumbu, Bekasi. Karena keduanya melakukan perlawanan, polisi terpaksa melayangkan peluru ke arah keduanya. 

RB tewas di tempat karena mencoba melawan polisi denga pedang. Sementara itu ES yang tertembak di kaki masih hidup dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Polri. Kemudian, Polisi juga mengamankan adik RB, R alias Ucok. R ditangkap karena diduga menyembunyikan RB selaku pelaku perampokan. R kini masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Terakhir, polisi menangkap satu pelaku lainnya berperan sebagai sopir, Alfins Bernius Sinaga. Alfins ditangkap Rabu (28/12) malam di Perumahan Vila Mas, Bekasi Utara.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA