Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Kodam Jaya Bantah Sudah Dipertemukan dengan Iwan Bopeng

Selasa 28 Feb 2017 12:48 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Angga Indrawan

Iwan Bopeng pelaku penghinaan 'potong tentara'.

Iwan Bopeng pelaku penghinaan 'potong tentara'.

Foto: youtube

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kodam Jaya membantah bahwa Iwan Bopeng alias Fredy Tuhenay sudah dipertemukan dengan Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Teddy Lhaksmana terkait kasus penghinaan terhadap tentara saat pencoblosan Pilkada DKI Jakarta. Hal ini disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Heri Prakoso.

"Tidak ada (pertemuan itu), kemarin kan ada acara tradisi serah terima (Teddy Lhaksmana), sebelum-sebelumnya juga nggak ada," ujar Heri saat dikonfirmasi, Selasa (28/2).

Sebelumnya, Polda Metro Jaya sempat menyatakan bahwa pihaknya akan mencari keberadaan Iwan Bopeng dan kemudian menyebut sudah dipertemukan dengan Pangdam Jaya. Namun, tiba-tiba kasus tersebut dianggap selesai.

Baca: Iwan Bopeng Dipertemukan dengan Pangdam, Polisi Sebut Kasus Clear

Kendati demikian, Heri tetap menyerahkan sepenuhnya kasus Iwan Bopeng tersebut kepada pihak kepolisian. "Biar diurus polisi aja itu, urusan kecil itu. Udah serahin saja," kata Heri.

Menurut Heri, pihaknya menyerahkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya lantaran sudah merupakan wewenang polisi. Menurut dia, TNI pun menanggapi santai kasus tersebut. "Ya sudah, wong dia (Polda) yang punya kewenangan hukum kok, ikutin aja kata polisi," kata dia.

Heri menuturkan, tentara tidak ingin disibukkan dengan kasus tersebut. Pasalnya, masih banyak tugas yang lebih berat yang harus dihadapi. "Nggak ada (untuk memperpanjang), tentara tenang-tenang aja. Tugas masih banyak yang lebih berat menantang di depan, nggak usah ngurus barang-barang kecil gitu," kata dia.

Heri hanya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar hati-hati dalam berucap. Apalagi, menurut dia, jika salah berucap akan mendapatkan resiko tersendiri. "Ya hati-hati, kan kalau kata pribahasa mulutmu harimaumu itu. (Jika menghina tentara) Ya risikonya kan pasti yang paling kelihatan sama-sama pasti dihujat oleh orang banyak. Kalau lain-lainnya ya kita lihat aja sendiri nanti," kata Heri.

Sebelumnya diberitakan, pria berbaju kotak-kotak yang mengamuk di tempat pemungutan suara (TPS) dan menghina tentara, Iwan Bopeng alias Fredy Tuhenay disebut sudah dipertemukan dengan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana. Karena itu, polisi menyebut kasus ucapan 'potong tentara' tersebut sudah selesai.

"Iwan Bopeng itu kemarin sudah dipertemukan dengan Panglima Kodam, itu sudah clear ya, sudah ya clear," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/2).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA