Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Novel Baswedan Disiram Air Keras

Selasa 11 Apr 2017 07:38 WIB

Red: Esthi Maharani

Penyidik KPK Novel Baswedan saat tiba untuk menjadi saksi dalam sidang dugaan kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (27/3).

Penyidik KPK Novel Baswedan saat tiba untuk menjadi saksi dalam sidang dugaan kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (27/3).

Foto: Republika/ Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik KPK, Novel Baswedan dikabarkan disiram air keras oleh orang tak dikenal. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.  Ia menceritakan ketika Novel pulang dari masjid, dua orang tak dikenal yang mengendarai motor menyiramkan cairan air keras ke wajah Novel.

"Saya mengutuk dengan keras tindakan kekerasan biadap yang dilakukan terhadap Novel Baswedan," katanya, Selasa (111/4).

Saat ini, penyidik Senior KPK yang banyak menangani Kasus besar korupsi di negeri ini sedang dirawat disalah satu Rumah Sakit di Jakarta.

"Saya mengajak kepada Rakyat Indonesia untuk mendoakan Novel Baswedan, dan menemani beliau melawan teror biadab yang dilakukan para bandit-bandit yang tidak senang dengan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia," katanya.

Ia juga mendesak kepolisian menindak dan menangkap segera prilaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan.

"Saya dan Seluruh kader Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah akan berdiri menjadi benteng kekuatan melindungi dan menemani Novel Baswedan dalam upaya melawan bandit Koruptor yang mengancam negeri ini," katanya.

Novel dikenal sebagai penyidik KPK yang gigih menangani kasus korupsi kakap. Salah satu kasus megakorupsi yang kini ditangani Novel adalah kasus korupsi KTP elektronik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA