Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

GNPF-MUI Minta Kepolisian Usut Pembacokan Hermansyah

Ahad 09 Jul 2017 14:30 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Bilal Ramadhan

 Tim Advokasi GNPF-MUI Kapitra Ampera (kiri)

Tim Advokasi GNPF-MUI Kapitra Ampera (kiri)

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-MUI (GNPF-MUI) meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembacokan yang menimpa Pakar Teknologi Informasi Institut Teknologi Bandung, Hermansyah. Tim Advokasi GNPF MUI, Kapitra Ampera mengatakan, penusukan Hermansyah merupakan tindak kejahatan nyata yang menimpa salah satu anggota GNPF-MUI.

"karena banyak kekerasan di Republik ini yang tidak ada ujung pangkalnya, kali ini (pembacokan Hermasyah) harus diselesaikan," kata Kapitra saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (9/7).

Kapitra Ampera mengatakan, peristiwa pembacokan aktivis GNPF-MUI tersebut mencederai makna kemanusiaan dan demokrasi di Indonesia. Pembacokan tersebut, kata dia, justru bisa akan membahayakan ketenangan dan kedamaian yang terbangun dari semangat halal bi halal pasca Ramadhan.

"Ini akan membangkitkan amarah masyarakat. Polisi harus mengusut tuntas," ujar dia.

Saat ini, kata dia, kondisi Hermansyah dalam keadaan kritis dan masih menjalani perawatan di rumah sakit itu. Hermansyah dikenal sebagai pakar telematika. Hermansyah dikenal dengan pernyataannya yang mengungkapkan obrolan pornografi Habib Rizieq adalah palsu atau rekayasa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA