Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Wartawan: Mereka Ditendang, Diseret, Dilempar ke Truk

Selasa 10 Oct 2017 15:38 WIB

Red: Joko Sadewo

Aksi kekerasan yang dilakukan polisi dan satpol PP, saat membubarkan aksi demonstrasi penolakan pembangunan PLTP Baturaden, Senin (9/10) malam.

Aksi kekerasan yang dilakukan polisi dan satpol PP, saat membubarkan aksi demonstrasi penolakan pembangunan PLTP Baturaden, Senin (9/10) malam.

Foto: istimewa/doc pwi banyumas

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Jurnalis surat kabar Suara Merdeka Agus Wahyudi mengatakan suasana pembubaran aksi penolakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturaden, sangat mencekam. Sejumlah aparat kepolisian dan Satpol PP melakukan pembubaran dengan cara yang brutal.

"Saya melihat mereka (para demonstran) digebuki (dipukuli), ditendang, diseret, dilempar ke atas truk," kata Agus Wahyudi, saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (10/10).

Agus juga mengaku dipaksa menghapus foto hasil liputannya. Dijelaskannya, Handphone-nya diminta paksa. Agus diancam jika handphone tidak diberikan dan foto tidak dihapus maka handphone akan dibanting. Agus dipaksa melakukan itu dengan ditunggui sekitar tiga polisi, untuk membuka password dan menghapus semua foto yang berisi tindakan kekerasan aparat ke massa.


Kejadian yang patut disesalkan dan dikutuk, menurut Agus adalah saat wartawan Metro TV, Darbe Tyas diinjak-injak, ditendang dan dipukul oleh sekitar 10 aparat. Saat terdorong hingga tersungkur, yang bersangkutan sudah menyampaikan adalah wartawan dan memperlihatkan ID Card-nya.

Namun hal itu tetap tidak diindahkan oknum aparat yang melakukan kekerasan fisik di sudut gerbang kabupaten sebelah barat sekitar pukul 22.05 WIB. Kekerasan ini berlangsung sekitar 10 menit kemudian. Pelaku kekerasan baru menghentikan aksinya setelah bersangkutan sudah tak berdaya dan ditolong wartawan lain.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA