Jumat, 15 Rajab 1440 / 22 Maret 2019

Jumat, 15 Rajab 1440 / 22 Maret 2019

Pengakuan Ibu Berkaus #DiaSibukKerja Soal Intimidasi di CFD

Senin 30 Apr 2018 17:48 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bayu Hermawan

Peserta Aksi 2019 Ganti Presiden bertemu denga peserja jalan santai dia sibuk kerja di hari bebas kendaraan bermotor di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad (29/4).

Peserta Aksi 2019 Ganti Presiden bertemu denga peserja jalan santai dia sibuk kerja di hari bebas kendaraan bermotor di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad (29/4).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
SusiFerawati mengaku tidak sengaja melintasi massa berkaus #2019GantiPresiden.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Susi Ferawati, seorang wanita yang mengaku mendapat intimidasi saat car free day di Jalan MH Thamrin pada Ahad (29/4) kemarin, mengaku melintas melewati kelompok massa yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden karena tertinggal dari kelompok massa berkaus #DiaSibukKerja. Susi mengaku tertinggal dari kelompoknya karena harus mengantar anaknya ke toilet.

"Kebetulan ketika jalan rombongan itu (massa berkaus #DiaSibukKerja), anak saya mau ke toilet dan itu ada di Hotel Pullman. Saya mengantar anak dulu ke sana sekitar 10-15 menit," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/4).

Setelah itu, Susi dan anaknya memilih berjalan memutar balik melewati Bundaran Hotel Indonesia ke arah Jalan MH Thamrin. Ia mengaku tidak sadar jika di dekat Hotel Indonesia Kempinski ada aksi kelompok massa berkaus #2019Ganti Presiden. Saat itulah, Susi mengaku mendapat olok-olok oleh kelompok tersebut.

"Diolok-oloklah, olok-oloknya tahu kan? Cebong lah, apa. 'Bayar bu ya, nasi bungkus ya, nasi bungkus, nasi bungkus'," katanya menirukan olok-olok yang diterimanya.

Susi mengaku tertekan karena dia sedang sendiri dikelilingi oleh kelompok lainnya. Hingga akhirnya, ada ucapan salah satu pria yang memicu dirinya melawan dan membela anaknya. "Maaf nih ya, bego lu kayak gitu, kenceng itu yang memicu saya untuk melawan mereka," ucap Susi.

Susi pun mengaku bukan sengaja melewati kelompok tersebut. Ia yang mengaku hanya simpatisan Joko Widodo itu juga mengaku tidak tahu saat itu ada kelompok #2019GantiPresiden yang mengenakan kaus berwarna hitam. Susi juga mengaku tidak ada kesengajaan ia melewati kelompok #2019GantiPresiden untuk menimbulkan gesekan.

"Kita santai aja kok, Mas, bahkan mereka jalan di tengah kita gitu, biasa aja gitu," ujarnya lagi.

Imbas kejadian tersebut, kata Susi, membuat anaknya ketakutan hingga menangis karena membela ibunya. Terkait kegiatan #DiaSibukKerja, Susi mengaku kegiatan tersebut memang sudah ada rencana dilakukan berupa kegiatan jalan santai. "Kita memang ada rencana kumpul. Dari monas, patung kuda, ke sana hanya muter aja pemberhentian di Thamrin," ujar dia.

Susi mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan tindakan yang dialaminya tersebut pada Senin (30/4) siang. Pada hari yang sama, perwakilan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga berupaya melaporkan ke Polda Metro terkait kejadian yang dialami Susi. Namun, Susi mengaku melakukan pelaporan ini secara pribadi.

"Pribadi ini, saya gak ikut partai apa pun. Saya independen. Saya sendiri. Ibu rumah tangga," kata Susi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono menuturkan, pada prinsipnya Polda Metro Jaya siap menerima laporan apabila ada pihak yang merasa dirugikan. "Intimidasinya bagaimana? Serahkan barang bukti, nanti saksi ahli yang akan memeriksa," ujar Argo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA