Jumat, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 Februari 2019

Jumat, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 Februari 2019

Politikus PDIP: Perlu Pulau Terisolasi untuk Penjara Napiter

Jumat 11 Mei 2018 04:07 WIB

Red: Bayu Hermawan

Napi kasus terorisme keluar dari rutan Brimob saat menyerahkan diri di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5).

Napi kasus terorisme keluar dari rutan Brimob saat menyerahkan diri di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5).

Foto: Dok Mabes Polri
Legislator PDIP menilai perlu pulau khusus untuk lokasi pencara para napi terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Suwanto menilai, diperlukan pulau khusus yang terisolasi untuk lokasi penjara para narapidana kasus terorisme guna mempermudah pembinaan. Hal itu disampaikan terkait kerusuhan di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, yang menewaskan lima anggota polisi.

"Ke depan, penanganan teroris perlu lebih komplet, kalau diperlukan penjara kaum teroris sebaiknya di tengah pulau yang terisolasi agar mudah dikendalikan dan dibina," kata Eko di Yogyakarta, Kamis (10/5).

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, peristiwa pembunuhan oleh narapidana teroris di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, menunjukkan bahwa ancaman terorisme ada di depan mata sehingga perlu mendapatkan perhatian bersama oleh seluruh komponen bangsa.

"Ancaman terorisme ada di depan mata bahkan termasuk menyasar obyek vital, instansi pemerintah maupun di wilayah penegakan aparat penegak hukum," ujarnya.

Menurutnya, diperlukan langkah bersama untuk menggalang kekuatan dan dukungan agar penegakan hukum kasus terorisme bisa terus dijalankan. "Terorisme harus diperangi secara bersama-sama oleh tidak saja bangsa Indonesia tapi juga seluruh bangsa di dunia," ucapnya.

Terkait dengan tindakan tegas aparat, Eko Suwanto mendukung Polri agar bisa segera memulihkan situasi sekaligus melakukan evaluasi mengapa hal tersebut bisa terjadi. Ia ragu bahwa kasus kerusuhan di Rutan Makobrimob dipicu persoalan makanan napi.

"Teror ini merupakan propaganda terorisme di dunia. Oleh karena itu terorisme nyata jadi musuh dunia saat ini. Saya kok tidak percaya ini soal makanan semata, kita dukung polri ungkap dalang dan seluruh pelaku teror ini," jelasnya.

Ia berharap proses hukum dapat ditegakkan bagi para napi teroris yang melakukan pemberontakan tersebut sebab selain membunuh, kaum teroris ini juga nyata-nyata mengancam pemerintah dan aparat penegak hukum, khususnya Polri.

"Kita semua kehilangan, turut berduka cita atas meninggalnya bhayangkara negeri, lima anggota Polri yang gugur saat bertugas. Semoga almarhum diterima mulia di sisi Allah, semoga keluarga yang ditinggalkan tabah," kata Eko.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES