Rabu, 17 Jumadil Awwal 1440 / 23 Januari 2019

Rabu, 17 Jumadil Awwal 1440 / 23 Januari 2019

Kasus PSS Sleman dan Madura FC Naik ke Penyidikan

Jumat 11 Jan 2019 22:01 WIB

Red: Andri Saubani

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah)

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah)

Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
Satgas Antimafia Bola fokus mencari bukti pengaturan skor PSS Sleman vs Madura FC.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas Antimafia Bola meningkatkan pemeriksaan terhadap dua klub, Liga 2 PSS Sleman dan Madura FC, dari penyelidikan menjadi penyidikan. Peningkatan tahap pemeriksaan itu dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara.

"Mulai hari ini, (laporan) pertandingan PSS Sleman dengan Madura FC sudah dinaikkan ke penyidikan," kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (11/1).

Artinya per Jumat, Satgas Antimafia Bola Polri akan fokus mencari dan mengumpulkan barang bukti untuk menguatkan dugaan adanya pengaturan pertandingan, seraya menentukan pihak yang bertanggung jawab. Argo menjelaskan, pemeriksaan mafia bola pada Liga 2 dan Liga 3 berawal dari laporan Manajer Persibara Banjanegara Lasmi Indriyani.

Dari laporan itu, penyidik menetapkan lima tersangka, yakni anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, mantan anggota Komisi Wasit Priyanto dan anaknya Anik serta satu wasit Liga 3 Nurul Safarid. Bersamaan dengan penyelidikan itu, Satgas Antimafia Bola turut melakukan pemeriksaan terhadap pertandingan Liga 2 PSS Sleman melawan Madura FC. 

Setidaknya, belasan saksi telah dimintai keterangan terkait beberapa laporan mengenai dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada skandal pengaturan skor pada Liga 2 dan Liga 3 Sepakbola 2018. Sejumlah saksi yang telah memberi keterangan ke penyidik, antara lain Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria dan Direktur PT Liga Indonesia Baru Risha Adi Wijaya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA