Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Begini Persiapan Penyambutan Ustaz Baasyir di Ponpes Ngruki

Selasa 22 Jan 2019 19:11 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Bayu Hermawan

Abu Bakar Ba'asyir

Abu Bakar Ba'asyir

Foto: Dok Republika.co.id
Sebanyak 1.300 santri, ustaz dan pimpinan Ponpes siap menyambut kepulangan Baasyir.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki Kabupaten Sukoharjo telah mempersiapkan penyambutan kedatangan Ustaz Abu Bakar Baasyir. Sebanyak 1.300 santri, ustaz, pimpinan pondok dan tamu undangan dijadwalkan menyambut terpidana kasus terorisme tersebut.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, Selasa (22/1), pengurus pondok telah selesai memasang tenda beratap seng di samping masjid pesantren yang berlokasi di Jalan Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut. Tenda tersebut telah dipasang sejak Senin (21/1). Rencananya, penyambutan akan dipusatkan di dalam masjid.

Humas Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Muchson, menyatakan, sampai saat ini belum ada informasi terbaru dari putra Abu Bakar Baasyir, Abdul Rachim Baasyir atau Ustaz Iim. Menurutnya, Ustaz Iim telah menuju Lapas Gunung Sindur, Bogor, pada Selasa pagi pukul 09.00 WIB. Karenanya, Ponpes Ngruki masih mengacu informasi terakhir dari Ustaz Iim yakni kepulangan Abu Bakar Baasyir pada Rabu (23/1).

"Kami menunggu informasi dari satu pintu. Walau kami mendengar informasi Menko Polhukam, kami masih mengacu hari Rabu," terang Muchson kepada wartawan saat ditemui di Ponpes Ngruki, Selasa (22/1).

Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto menyatakan pembebasan Abu Bakar Baasyir masih akan dikaji kembali. Aspek-aspek yang perlu diperti aspek ideologi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan aspek hukum

"Sementara kami abaikan dulu (pernyataan Wiranto). Kami masih menunggu informasi satu pintu dari Ustaz Iim," jelasnya.

Berdasarkan informasi terakhir tersebut, Muchson memperkirakan Ustaz Abu Bakar Baasyir tiba di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki pada Rabu (23/1) petang sekitar pukul 17.00 WIB. Dia memastikan kepulangan sang pendiri Ponpes Ngruki tersebut melalui jalur darat sampai ke pondok.

"Kami dari keluarga dan pesantren menghindari pawai. Seandainya ada, itu di luar kontrol kami," tegasnya.

Karenanya, pengurus pondok telah berkoordinasi dengan Polres Sukoharjo untuk melakukan pengamanan. Selain pengamanan rute saat kepulangan Ustaz Abu Bakar Baasyir, juga untuk mengantisipasi adanya gangguan dari luar pondok. "Tamu yang diundang antara lain, MUI Solo, MUI Sukoharjo dan pimpinan pesantren, tetapi belum ada konfirmasi," imbuhnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA