Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Tim Medis Sebut Baasyir Perlu Perawatan di Rumah

Selasa 29 Jan 2019 17:51 WIB

Red: Bayu Hermawan

Abu Bakar Baasyir

Abu Bakar Baasyir

Foto: Antara
Tim medis mengatakan kondisi kesehatan Baasyir sudah tak layak menjalani penjara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota tim medis Mer-C yang menangani terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir di Lapas Gunung Sindur menyatakan, kondisi kesehatan Baasyir sudah tidak layak menjalani kurungan penjara. Tim medis mengatakan harus mendapatkan perawatan di rumah.

"Ustadz Abu harus dalam penanganan yang lebih instensif. Jadi menurut kami dari Mer-C, ustadz Abu dengan umur segini sebenarnya sudah harus homecare," ujar anggota tim medis Mer-C, Meaty di RSCM, Jakarta, Selasa (29/1).

Meaty mengatakan empat dokter ahli di RSCM baik dokter spesialis konsultan geriatri, spesialis penyakit dalam, ortopedi, dan bedah vaskuler yang memeriksa kesehatan Baasyir, juga menyatakan pendapat yang sama, bahwa Ba'asyir dengan kondisi kesehatannya saat ini idealnya memeroleh perawatan di rumah.

"Kami semua dokter sepakat, ustadz Abu dalam keadaan begini sudah harus homecare," jelasnya.

Baasyir menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM sejak pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Dari pemeriksaan selama enam jam itu, Meaty mengungkapkan Baasyir didiagnosa mengalami penyumbatan di bagian vena kaki serta kondisi bantalan lutut yang sudah tipis.

Menurut Meaty, Baasyir sudah kesulitan berjalan dan memerlukan fisioterapi minimal tiga kali sepekan.  Baasyir pun telah dipersilakan dokter RSCM untuk kembali ke Lapas Gunung Sindur, namun jika ada keluhan lagi terkait kesehatannya, maka yang bersangkutan akan dirujuk kembali ke RSCM.

"Jadi untuk sementara boleh dipulangkan (kembali ke lapas), tapi nanti kalau ada keluhan balik lagi. Bayangkan harus bolak-balik dengan jarak jauh," kata Meaty.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA