Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Begini Cara Akil Mochtar Bantah Tuduhan Suap

Kamis 03 Okt 2013 22:53 WIB

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: A.Syalaby Ichsan

Profil Picture BBM terakhir Akil Mochtar

Profil Picture BBM terakhir Akil Mochtar

Foto: Republika/Erik Purnama Putera

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai memeriksa enam orang tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara sengketa pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) di Mahkamah Konstitusi.

Salah satu tersangka adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar. Para tersangka juga telah keluar satu per satu dari gedung KPK.

Keluarnya para tersangka diawali dari tersangka yang juga anggota DPR dari Fraksi Golkar, Chairun Nisa. Ia keluar dari Gedung KPK, Jakarta, pada pukul 21.35 WIB. Ia terlihat memakai kerudung dan jaket tahanan KPK berwarna oranye.

Sejak dari Lobby Gedung KPK, ia terlihat telah menangis dan bersembunyi di badan seorang pria yang tidak diketahui identitasnya. Saat keluar menuju mobil tahanan pun, ia tidak menjawab pertanyaan para wartawan dan terus menangis di dada pria yang menemaninya.

Sekitar 10 menit kemudian Ketua MK Akil Muchtar juga keluar dari Gedung KPK. Ia mengatakan ada orang yang datang malam-malam ke rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB. Dua orang yang datang itu adalah Chairunnisa dan pengusaha Cornelis Nalau yang mengaku dari Kalimantan Tengah.

Setelah ia diberitahu ada tamu yang datang ke rumahnya, ia pun keluar untuk menemui tamu tersebut yang menunggu di teras rumahnya. Tiba-tiba tim KPK datang dan langsung menangkapnya.

"Begitu saya keluar, ada orang-orang KPK. Nah digeledah dan dari penggeledahan itu di dapatlah itu (uang dalam bentuk dolar Singapura dan dolar AS)," kata Akil yang ditemui usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10).

Saat ditanya apakah ia merasa dijebak dalam penangkapan ini, ia mengaku tidak tahu maksud dan kepentingannya apa untuk menjebaknya. "Saya nggak tau, maksud dan kepentingannya apa," kelitnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA