Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Sembilan Hakim Konstitusi Dituntut Mundur

Sabtu 05 Okt 2013 18:18 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Karta Raharja Ucu

 Akil Mochtar (tengah) terpilih  menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Akil Mochtar (tengah) terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa menuntut sembilan hakim konstitusi mundur dari jabatannya, menyusul penangkapan mantan ketua MK, Akil Mochtar oleh KPK.

Ia berpendapat, MK saat ini tercemar dengan kasus Akil. Karenanya, orang-orangnya harus diganti. Dikatakan Agustinus, keputusan yang diambil MK bukan hanya keputusan Akil. Sebab, keputusan MK bersifat kolektif kolegial. Artinya, hakim-hakim lain ikut terlibat dalam pengambilan keputusan.

"Maka ketika Ketua MK terjerat kasus korupsi dan nilai-nilai keputusannya bersifat transaksional, maka hakim yang lain pun ikut tercemar," ujarnya, Sabtu (5/10).

Ibaratnya, kata Agustinus, kalau raja sudah mati, maka pasukan sudah tidak bisa berbuat apa-apa. "Maka aneh kalau MK masih melakukan sidang, mereka tidak laik lagi melakukan persidangan," tegasnya.

Agustinus berkata, kewibawaan MK sangat tercemar, apalagi transaksi dilakukan di rumah dinas MK. Bahkan di ruangan kerjanya terdapat ganja, ini membuat kepercayaaan masyarakat merosot.

"Lebih bijak, sembilan hakim segera mengundurkan diri. Kalau mereka tidak mundur, kami bersama masyarakat akan menduduki MK menuntut mereka mundur," kata Agustinus menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA