Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Kapolri: Kelompok Radikal Terus Merongrong Pancasila

Ahad 30 Aug 2015 14:09 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Bilal Ramadhan

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti berjalan meninggalkan podium seusai memberikan kata sambutan pada acara pembukaan Konferensi ASENAPOL ke-35 di Jakarta, Selasa (4/8).

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti berjalan meninggalkan podium seusai memberikan kata sambutan pada acara pembukaan Konferensi ASENAPOL ke-35 di Jakarta, Selasa (4/8).

Foto: Antara/M Agung Rajasa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kapolri Badrodin Haiti mengungkapkan, Pancasila sebagai ideologi negara terus dirongrong oleh kelompok -kelompok radikal seperti teroris. Ia menyebutkan, salah satu ciri dari kelompok radikal adalah dengan menilai dari pandang-pandangan orang tertentu, apakah mereka pro atau kontra terhadap Pancasila.

Badrodin mengatakan, setelah program P4 sudah tidak dibicarakan lagi, karena euforia demokrasi dan reformasi, Pancasila tidak lagi memiliki peran sentral di dalam masyarakat. Padahal, pada situasi semacam ini, bangsa Indoensia mendapatkan serbuan ideologi-ideologi lain.

''Ideologi pancasila sudah dirongrong oleh kelompok agresif, salah satunya kelompok radikal. Seperti teroris, yang salah satu cirinya tidak mengakui adanya ideologi Pancasila dan turunannya. Termasuk hormat pada bendera,'' kata Badrodin, saat memberikan pembekalan terhadap peserta pelatihan Empat Pilar MPR RI di hadapan anggota TNI dan Polri, yang digelar pada 26-30 Agustus di Bandung, Jawa Barat.

Namun, kata Badrodin, selama kelompok -kelompok radikal tersebut tidak melanggar hukum, pihaknya tidak bisa menindak, baik saat melakukan tindak kekerasan maupun tidak melakukan kekerasan. Jadi, lanjut dia, mencirikan seseorang radikal atau tidak bukan dari tampilan fisik, bukan juga dari seragam.

''Tetapi kita bisa tahu ketika diskusi dan berdialog dengan mereka. Bagaimana pengakuan terhadap ideologi bangsa. Kalau mereka tidak mengakui, itulah salah satu ciri dari kelompok radikal,'' ujar Badrodin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA