Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Pemerintah Ingin Pasal Teroris-Kelompok Radikal Ada di KUHP

Senin 07 Sep 2015 15:45 WIB

Rep: Agus Raharjo/ Red: Djibril Muhammad

Jaksa Agung Prasetyo (tengah) menghadiri rapat dengar pendapat dengan komisi III DPR di Ruang rapat Komisi III, Kompelek Parlemen, Jakarta, Selasa (30/6). (Republika/Raisan Al Farisi)

Jaksa Agung Prasetyo (tengah) menghadiri rapat dengar pendapat dengan komisi III DPR di Ruang rapat Komisi III, Kompelek Parlemen, Jakarta, Selasa (30/6). (Republika/Raisan Al Farisi)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah saat ini sedang menyusun Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang tindak pidana terorisme dan kelompok radikal. Sebab, UU soal ini belum terakomodir dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang diajukan pemerintah.

Menurut Jaksa Agung, HM Prasetya, pemerintah ingin memasukkan pasal soal tindak pidana perekrutan teroris dan kelompok radikal di dalam RUU KUHP. Kejaksaan juga mendukung upaya pemerintah untuk memasukkan pasal itu di RUU KUHP.

"RUU KUHP belum akomodir tindakan perekrutan kelompok teroris dan pengikut paham radikal," kata Prasetya saat rapat kerja dengan komisi III DPR RI, Senin (7/9).

Prasetya menambahkan, pasal itu penting diberlakukan di Indonesia. Dalam paparannya, Prasetya mengatakan mantan politikus partai Nasdem ini juga mengatakan bahwa Kejaksaan mendorong pembahasan RUU KUHP lebih difokuskan untuk mengakomodir pengakuan terhadap hak-hak korban.

Selain ingin memasukkan pasal tentang tindakan terorisme dan kelompok radikal, RUU KUHP juga memuat jenis pidana baru, yaitu pidana pengawasan dan pidana kerja sosial. Kejaksaan berharap, secapatnya aturan pelaksana dapat dibuat setelah RUU KUHP disahkan.

"Kejaksaan berharap dalam waktu paling lama 3 tahun sejak UU ini berlaku, sudah terdapat peraturan pelaksanaan pidana tersebut," tegas Prasetyo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA