Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Polri: Dua Perempuan Direncanakan Jadi 'Pengantin'

Senin 19 Des 2016 17:07 WIB

Red: Esthi Maharani

Petugas kepolisian menunjukkan sejumlah barang bukti yang diamankan saat penangkapan para terduga teroris yang berada di Bekasi, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/12).

Petugas kepolisian menunjukkan sejumlah barang bukti yang diamankan saat penangkapan para terduga teroris yang berada di Bekasi, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/12).

Foto: Antara/Meli Pratiwi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi mengatakan ada dua perempuan yang direncanakan untuk menjadi 'pengantin' atau pelaku bom bunuh diri di Indonesia dalam serangan teror oleh jaringan MNS yang terkait ISIS.

"Ada dua perempuan terduga teroris yang akan jadi pengantin, DYN yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat dan IP ditangkap di Purworejo, Jawa Tengah," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, Senin (19/12).

Dian Yulia Novi (DYN) alias Ayatul Nissa Binti Asnawi (27 tahun), merupakan ibu rumah tangga. Ia diproyeksikan sebagai calon 'pengantin' bom bunuh diri di lingkungan Istana Negara, Jakarta, pada Ahad (11/12) pagi. Rencananya aksi tersebut menargetkan momen pergantian petugas jaga paspampres di Istana Negara. Selain DYN, IP juga direncanakan sebagai 'pengantin'.

Seperti diketahui, Densus menangkap terduga teroris Ika Puspitasari (IP), warga Dusun Tegalsari, Desa Brenggong, Kabupaten Purworejo pada Kamis (15/12). IP ditangkap di mushalla Dusun Tegalsari, Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo saat sedang ikut mempersiapkan kegiatan Maulid Nabi SAW.

IP diproyeksikan sebagai bomber pada aksi amaliyah di luar Pulau Jawa. Kendati demikian, pihaknya enggan merinci detil daerahnya. "Masih diselidiki soal itu," kata Kombes Martinus.

Hingga saat ini ada 14 orang yang ditangkap di berbagai daerah terkait jaringan MNS yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat. Mereka masih diperiksa secara intensif oleh polisi.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA