Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Soal Pendataan Ulama, Polri: Itu Kerjaan Kita Sudah Lama

Senin 06 Feb 2017 14:25 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Angga Indrawan

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar (tengah).

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar (tengah).

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan perihal pendataan ulama yang saat ini ramai diperbincangkan bukanlah hal baru. Bahkan kata dia, sudah menjadi hal yang biasa antara polri dan ulama menjalin hubungan baik.

"Oh sudah lama hanya saja baru saat ini kalian tahu. Padahal itu kerjaan kita sudah lama," kata Boy di Mabes Porli, Jakarta Selatan, Senin (6/1).

Boy kembali mengingat pada saat dirinya menjabat sebagai Kapolres Pasuruan 10 tahun silam. Saat itu juga, yang dilakukannya adalah berkeliling ke tiap-tiap pesantren menjalin silaturahmi.   "Saya jadi Kapolres itu berkeliling ke pesantren, bertemu dengan alim ulama. Sudah lama sekali itu," kata dia.

Oleh karena itu menurutnya apa yang dilakukan oleh Kapolda Jawa Timur pun tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Menjalin hubungan yang baik antara ulama dan umaro (polisi) sudah menjadi keharusan bagi polri. Hanya saja sambung mantan Kapolda Banten ini, cara tiap-tiap Polda mendekatkan hubungan tidak sama. Mereka, kata Boy memiliki caranya masing-masing.

"Masing-masing (Polda) dalam cara mendata itu punya cara masing-masing, ada yang dari Polres-Polresnya melaporkan ada yang diminta Kapoldanya, hanya teknik saja (yang beda)," kata dia.

Akan tetapi jika perihal surat telegram tertanggal (30/1) memang hanya dikeluarkan oleh Polda Jawa Timur. "Kalau dilihat dari telegramnya, Jatim," kata Boy  Saat ditanyakan apakah ada urgensi atau maksud lain dari pendataan itu, Boy mengaku karena Polda Jatim sedang mengedepankan program sinergitas antara ulama dan polri.   

"Polda Jatim sedang mengkedepankan program sinergitas ulama-umaro, jadi dengan adanya data-data itu paling tidak karena kan di seperti Jatim terdapat ulama-ulama kharismatik yang selama ini bisa saja luput dari acara-acara dalam rangka undangan-undangan antara Polri dan masyarakat," jelasnya.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA