Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Kapolda Jawa Timur Sowan ke Kediaman Wakil Rais Aam PBNU

Rabu 08 Feb 2017 07:34 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Wakil Rais Aam Syuriyah PBNU KH Miftahul Akhyar

Wakil Rais Aam Syuriyah PBNU KH Miftahul Akhyar

Foto: Republika/ Darmawan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin sowan ke kediaman Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftakhul Achyar di Kompleks Pesantren Miftahus Sunnah, Kedungtarukan, Surabaya.

Didampingi Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya M Iqbal, Selasa malam, kepada wartawan, Machfud mengatakan, kunjungannya ini dalam rangka ta'aruf atau perkenalan dirinya sebagai Kapolda Jatim yang baru.

"Juga dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah. Kira-kira begitu," katanya, Selasa (7/2).

Kapolda Jatim yang baru menjabat sejak awal Januari lalu ini dalam dua pekan terakhir memang terpantau intensif mengunjungi sejumlah kiai dan ulama.  Menurut dia, silaturahim dengan tokoh agama, di samping perkenalan dirinya sebagai pejabat baru, memang dirasa perlu untuk meredam situasi sosial-politik tanah air yang belakangan memanas.

"Ini bukan pendataan ulama. Cuma saya tidak ingin salah alamat ketika ingin menggelar acara istigosah atau silaturrahmi," ujarnya.

Kiai Miftachul Akhyar menyambut baik kunjungan Kapolda Jatim ke kediamannya. "Alhamdulillah, malam ini Kapolda Jatim datang silaturrahim ke sini meski mendadak," katanya.

Menurut dia, kerjasama antara ulama dan umara memang diperlukan, terlebih di Jawa Timur yang disebut sebagai kiblatnya Indonesia. "Itu penting agar Polda tidak salah bekerjasama. Karena sekarang banyak orang abal-abal yang memakai topeng," ujarnya.

Sementara Kapolda Machfud Arifin enggan kunjungannya ke banyak kiai dan ulama di Jawa Timur yang intens dilakukannya selama dua pekan terakhir disebut sebagaiupaya untuk meredam rencana aksi bela ulama 112 pada 11 Februari mendatang.

Sedangkan Kiai Miftach mengaku belum mengetahui secara gamblang terkait aksi bela ulama 122. "Kalau dari segi namanya, bela ulama itu bagus. Ulama memang harus dibela. Tapi caranya juga harus bagus. Jangan bela ulama tapi caranya bikin orang takut," tuturnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA