Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Presiden Harus Dukung KPK Tuntaskan Kasus Korupsi KTP-El

Senin 13 Nov 2017 10:16 WIB

Rep: ali mansyur/ Red: Budi Raharjo

Setya Novanto, Ketua Umum Partai Golkar.

Setya Novanto, Ketua Umum Partai Golkar.

Foto: Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia memberikan apresiasi atas keteguhan dan konsistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan pemberantasan korupsi. Namun menurut Doli, khusus dalam mengungkap keteribatan Setya Novanto, KPK menghadapi jalan berliku dan tantangan yang luar biasa besar.

"KPK secara bertubi-tubi mendapatkan tekanan, hambatan, bahkan pukulan, bukan saja dari SN secara langsung, tetapi juga dengan menggunakan lembaga-lembaga negara seperti DPR RI, pengadilan, kepolisian, dan bisa jadi yang lain. Pejabat tinggi negara pun ada yang terindikasi kuat melindungi SN," ujar Doli, saat dihubungi melalui pesan singkat, Ahad (12/11) malam WIB.

Dengan ditetapkannya kembali SN sebagai tersangka, kita semua berharap KPK tetap bisa lebih solid, konsisten, jujur, cerdas, cerdik, tegas, dan tak mudah "masuk angin". Jangan lagi mau diakal-akali dengan berbagai alasan untuk mangkir yang bisa menghambat kelancaran proses penegakan hukum.

Kemudian dengan pengalaman sebelumnya kemarin, KPK harus segera bisa menangkap Novanto. Bila perlu jemput paksa. Hal itu perlu dilakukan segera, sebelum Novanto melakukan banyak lagi manuver menghalang-halangi penyidikan. Diantaranya, bisa menghilangkan barang bukti, bahkan menyerang kembali KPK dengan kewenangan yang masih dimilikinya saat ini.

"Kami juga berharap pemerintah pun, khususnya Bapak Jokowi, dapat menegaskan dukungan penuhnya kepada KPK untuk menuntaskan kasus KTP El ini," pinta Doli.

Dukungan yang dimaksud adalah dengan memberi keleluasaan yang penuh kepada KPK untuk bekerja sesuai kewenangannya yang diatur dalam undang-undang, dan menjamin tidak ada kekuatan apapun, baik oknum ataupun lembaga yang mengatas namakan pemerintah atau istana. "Yang bisa intervensi, ikut cawe-cawe, memengaruhi putusan untuk melindungi Novanto, seperti yang terindikasi sebelumnya," ungkapnya.

Selanjutnya, Doli juga meminta warga Golkar, utamanya DPP, juga tokoh-tokoh senior, termasuk stake holder DPD-DPD, berhentilah bermain-main dengan situasi yang menyandera Partai Golkar seperti saat ini. Sudah saatnya kita semua mengedepankan kepentingan partai. Partai ini harus diselamatkan.

Doli menegaskan jangan karena urusan kepentingan pribadi-pribadi atau kelompok, terus bermanis-manis, berkamuflase, melindungi Novanto, sementara Golkar di mata publik luluh lantak. "Segera ambil sikap, ganti SN!!! Karena sudah melakukan pelanggaran AD/ART, yaitu pencemaran nama baik Partai Golkar," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA