Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Polisi Kesulitan Hubungi Ulang Penelepon Hotline Kasus Novel

Rabu 13 Des 2017 23:45 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Hazliansyah

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8).

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8).

Foto: Antara/Monalisa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak dibukanya hotline bagi masyarakat untuk membantu memberitahukan informasi daftar pencarian orang (DPO) pelaku penyiraman air keras Novel Baswedabn, polisi telah menerima 500 telepon. Namun sebagian besar gagal dihubungi ketika polisi menelpon balik.

"Macam-macam (keterangan penelpon). Kalau orang beri informasi, kan kita telepon balik. Mayoritas ditelepon balik nggak diangkat lagi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (13/12).

Polisi menghubungi kembali para penelepon tujuannya adalah untuk mengembangkan informasi. Meskipun masih belum temukan yang signifikan, polisi tetap menyatakan belum membutuhkan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Untuk diketahui, penyidik KPK Novel Baswedan mengalami penyerangan berupa penyiraman air keras berjenis Asam Sulfat atau H2SO4 pada Selasa (11/4). Sampai saat ini, pria yang menangani kasus mega korupsi proyek KTP-el itu pun masih menjalani perawatan intensif di Singapura untuk menyembuhkan penglihatannya imbas dari penyerangan itu.

Lalu kepolisian membeberkan dua sketsa wajah pelaku. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menyatakan persentase keterlibatan dua orang yang diduga sebagai pelaku dalam penyiraman Novel Baswedan, sketsanya akurat sebesar 90 persen. Tingginya persentase ini didasarkan pada hasil keterangan saksi.

Polda Metro Jaya membuka hotline bagi masyarakat yang mempunyai informasi soal dua orang yang diduga sebagai pelaku penyiram Novel. Nomor hotline-nya adalah 081398844474.

"Ini 24 jam, ada operator, ada ruangannya di Polda yang kita siapkan. Kami harap kerja sama dan bantuan dari masyarakat untuk bisa memberi informasi kepada jajaran Polda atau teman-teman di KPK kalau bisa memberi informasi tadi," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA