Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Pimpinan KPK akan Jemput Novel di Bandara

Rabu 21 Feb 2018 21:14 WIB

Red: Ratna Puspita

Penyidik KPK Novel Baswedan

Penyidik KPK Novel Baswedan

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Novel direncanakan kembali ke Indonesia dari Singapura pada besok, setelah operasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah menginformasikan pimpinan KPK akan menjemput Novel Baswedan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (22/2). Novel direncanakan kembali ke Indonesia dari Singapura pada Kamis setelah menjalani operasi tambahan pada mata kiri beberapa waktu lalu.

"Besok direncanakan Pimpinan KPK akan menjemput Novel ke bandara dan para pegawai juga akan menunggu kedatangan Novel karena Novel adalah bagian dari KPK yang terpisah selama 10 bulan dan Novel juga bagian dari semangat pemberantasan korupsi," kata Febri di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (21/2).

Para pegawai KPK juga siap menyambut kepulangan Novel. Febri mengatakan para pegawai akan menunggu Novel di KPK sekitar pukul 13.00 WIB. 

“Saya belum dapat info detail untuk di bandara karena itu 'kan masih dikoordinasikan oleh tim. Jadi, kami harap besok semuanya baik-baik saja dan kemudian Novel bisa datang kembali ke KPK meskipun belum bisa bekerja tentu saja karena masih membutuhkan proses perawatan di Jakarta," tuturnya.

Dokter yang menangani Novel di Singapura mengatakan saat ini penyidk KPK itu dalam kondisi baik sehingga proses rawat jalan masih bisa dilakukan di Jakarta. Novel dapat melakukan proses rawat jalan di Jakarta sambil menunggu operasi mata tahap dua yang direncanakan pada April 2018 di Singapura.

Sebelumnya, Novel disiram air keras oleh dua pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (KTP-El).

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA