Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Polri: Sayembara Sepeda KPK Bukan Bentuk Sindiran

Sabtu 28 Jul 2018 04:45 WIB

Red: Nidia Zuraya

Kepala Bidang Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal

Kepala Bidang Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal

Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
KPK mengadakan sayembara berhadiah untuk mengungkap pelaku penyiram Novel Baswedan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri mendukung adanya inisiatif dari Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) yang akan memberikan hadiah sepeda bagi orang yang berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Hingga saat ini pihak kepolisian belum berhasil mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

"Itu bagus," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Polisi Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/7).

Ia berpendapat bahwa sayembara tersebut bukanlah bentuk sindiran kepada Polri. Bahkan, pihaknya terpacu untuk terus mendalami kasus Novel.

Iqbal pun menegaskan bahwa Polri sudah berusaha maksimal mengungkap kasus ini meski hasilnya berjalan lamban. Untuk memperoleh titik terang kasus ini pun pihaknya juga telah berupaya mendapatkan informasi dari masyarakat dengan membuka hotline pengaduan masyarakat.

"Ratusan bahkan ribuan orang memberi informasi. Ada informasi sensitif apa pun, polisi terima, polisi tuangkan dalam BAP," katanya.

Meskipun demikian, menurut dia, lama waktu yang dibutuhkan serta tingkat kerumitan dalam mengungkap suatu kasus dengan kasus lainnya berbeda-beda. "Ada yang cepat terungkap, ada yang lama. Jangan disamaratakan," katanya.

WP KPK akan memberikan hadiah berupa sepeda bagi siapa pun yang berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Menurut Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan bahwa sayembara sepeda ini simbol WP KPK dan rakyat tidak akan berhenti mendukung pengungkapan kasus Novel sampai kapan pun. Sudah 16 bulan sejak terjadinya kasus penyerangan terhadap Novel, hasil investigasi Polda Metro Jaya belum juga menemukan titik terang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA