Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sudah 350 Terduga Teroris Ditangkap

Selasa 04 Sep 2018 09:55 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Esthi Maharani

 Tim Densus 88 Anti Teror.   (ilustrasi)

Tim Densus 88 Anti Teror. (ilustrasi)

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Polri telah melakukan pemetaan sel-sel jaringan terorisme di daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi kembali memperbarui jumlah terduga teroris yang ditangkap. Sejak teror Surabaya pada Mei lalu, Polri melalui Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dengan bantuan kepolisian daerah telah menangkap sekitar 350 terduga teroris.

"350 ditangkap Densus," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, saat dikonfirmasi Selasa (4/8). Sayangnya, Setyo tetap enggan membeberkan terkait kejelasan status ratusan terduga teroris yang dibekuk itu.

"Saya tidak bisa berikan data tapi yang jelas lebih dari 350 ditangkap," ujar dia.

Polri telah melakukan pemetaan sel-sel jaringan terorisme di daerah. Sehingga sewaktu-waktu dapat melakukan penangkapan pada siapa saja yang bahkan hanya terkait jaringan teror tanpa harus melakukan tindakan terorisme terlebih dahulu. Kewenangan ini dilandasi UU nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Setyo menuturkan, para terduga teroris memang tidak pernah menyatakan diri sebagai suatu anggota jaringan teroris, seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka pun tidak menggunakan atribut khusus jaringan teroris. Namun, kata Setyo, polisi sudah bisa mendeteksi aktivitas para terduga teroris sehingga dilakukan penangkapan.

"Kalau pemetaan saya nyatakan pemetaan polisi sudah masuk, tapi terkait status organisasi, mereka tidak pernah menyatakan 'saya anggota JAD loh pakai seragam dan identitas' tapi pola tindakannya yang mereka laksanakan sudah terdeteksi," kata Setyo menegaskan.

Penangkapan sendiri dilakukan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror dengan bantuan Satgas Antiteror di 34 Polda. Satgas Antiteror membantu tugas Densus memantau pergerakan sel terorisme di daerah-daerah.

"Itu bekerja sama dalam praktiknya disupervisi oleh Densus mana yang ditindak secara hukum," kata Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA