Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

BNN Berhasil Amankan 42,6 Kilogram Sabu

Jumat 28 Sep 2018 14:29 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Kepala BNN RI, Heru Winarko, memberikan penjelasan  dalam konferensi  pers ungkap kasus narkotika di Jakarta, Jumat (28/9).

Kepala BNN RI, Heru Winarko, memberikan penjelasan dalam konferensi pers ungkap kasus narkotika di Jakarta, Jumat (28/9).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Jumlah barang bukti itu berasal dari pengungkapan tiga kasus narkoba.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap tiga kasus narkoba dan berhasil mengamankan 11 tersangka. Adapun barang bukti yang diamankan adalah 42,6 kilogram sabu, 98,7 kilogram ganja dan 2.985 butir ekstasi. "Kasus pertama yang berhasil diungkap yakni tiga unit dispenser yang berisi lima bungkus teh hijau, di dalamnya terdapat 5,1 kilogram sabu," kata Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (28/9).

Barang bukti tersebut didapat dari seorang pria berinisial JS alias Ahok. Ahok berhasil diamankan Tim BNN di Jalan Gunung Krakatau, Medan Timur, Rabu (19/9).

Dari penangkapan Ahok, Tim BNN melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan tersangka lainnya berinisial JF di salah satu hotel di kawasan Medan Helvetia, Kota Medan. "Jaringan ini menggunakan modus penyamaran dengan memasukkan tepung terigu ke dalam dispenser bersamaan dengan lima bungkus teh hijau berisi sabu untuk mengelabui petugas," kata Heru.

Pada kasus kedua BNN berhasil mengamankan dua orang narapidana dari Lapas Kelas I, Tangerang, berinisial MIF alias K dan SI alias B. Keduanya terbukti terlibat dalam penyelundupan 98,7 kilogram ganja yang berhasil diungkap Tim BNN beberapa waktu lalu. K dan B berhasil mengendalikan proses pengiriman ganja dari dalam lapas pada tanggal 23 Juni 2018.

"Atas pengakuan penangkapan kedua tersangka, BNN berhasil mengantongi nama seorang narapidana berinisial SI alias B. Dari penelusuran kasus tersebutlah BNN berhasil membongkar keterlibatan K, yang juga narapidana Lapas Kelas 1 Tangerang," kata Heru.

Sedangkan pada kasus ketiga  BNN berhasil menemukan rumah yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba dan keterlibatan sipir Lapas Kelas II B Lubuk Pakam. "Berawal dari operasi tangkap tangan yang lakukan terhadap sipir berinisial MA saat menerima amplop berisi 44,13 gram sabu dari tangan BA didepan Lapas Kelas II B Lubuk Pakam, Sumatara Utara, Ahad (16/9)," kata Heru.

Heru mengatakan, kepada petugas MA mengaku diperintah oleh salah seorang narapidana berinisial SJ. Tim BNN berhasil mengantongi satu nama tersangka lain berinisial DN yang juga merupakan narapidana Lapas Lubuk Pakam. Pengungkapan kasus ini juga menyeret satu nama wanita berinisial ES yang berperan sebagai pengelola keuangan.

"Tim BNN juga berhasil mengamankan seorang pengendali berinisial EW dari rumahnya di Kawasan Jakarta Barat. Total barang bukti yang berhasil disita sebanyak 37,8 kilogram sabu dan 2.985 butir ekstasi," kata Heru.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA